BRICS Pimpin Pemakaman Dolar AS, Bank-bank Amerika Runtuh Telan Kerugian Rp7.800 Triliun
Senin, 07 Oktober 2024 - 09:02 WIB
Baca Juga: Awas Perang Dunia III, 13.000 Senjata Nuklir Dimiliki 9 Negara Ini
Peningkatan utang dan kerugian yang belum terealisasi hanya memberikan tekanan lebih besar pada ekonomi AS, mengecewakan para investor AS namun menyenangkan bagi negara-negara BRICS. Meskipun kerugian yang belum direalisasi hanya ada di neraca, kerugian tersebut dapat menjadi kewajiban ketika bank-bank membutuhkan likuiditas. Hal ini membuat sistem perbankan AS berada di bawah tekanan karena BRICS terus membuang obligasi AS dan dolar.
Aliansi BRICS juga mempelopori gerakan dedolarisasi dengan meyakinkan negara-negara berkembang untuk mengakhiri ketergantungan pada dolar. Dengan semakin banyaknya negara yang ingin melengserkan dolar, tekanan lebih lanjut dapat terjadi pada bank-bank AS, dan dengan demikian juga pada seluruh perekonomian AS.
Peningkatan utang dan kerugian yang belum terealisasi hanya memberikan tekanan lebih besar pada ekonomi AS, mengecewakan para investor AS namun menyenangkan bagi negara-negara BRICS. Meskipun kerugian yang belum direalisasi hanya ada di neraca, kerugian tersebut dapat menjadi kewajiban ketika bank-bank membutuhkan likuiditas. Hal ini membuat sistem perbankan AS berada di bawah tekanan karena BRICS terus membuang obligasi AS dan dolar.
Aliansi BRICS juga mempelopori gerakan dedolarisasi dengan meyakinkan negara-negara berkembang untuk mengakhiri ketergantungan pada dolar. Dengan semakin banyaknya negara yang ingin melengserkan dolar, tekanan lebih lanjut dapat terjadi pada bank-bank AS, dan dengan demikian juga pada seluruh perekonomian AS.
(nng)
Lihat Juga :