BRICS Pimpin Pemakaman Dolar AS, Bank-bank Amerika Runtuh Telan Kerugian Rp7.800 Triliun

Senin, 07 Oktober 2024 - 09:02 WIB
Baca Juga: 30 Negara Siap Unjuk Gigi di KTT BRICS Rusia, di Mana Posisi Indonesia?

Hal senda juga dikatakan, Rebel Cole, Ph.D., Lynn Eminent Scholar yang mengetuai Profesor Keuangan di Fakultas Bisnis FAU. Dia mengatakan ada tren penurunan dalam kerugian yang belum direalisasi Bank-bank AS dalam kondisi mengkhawatirkan.

"Imbal hasil treasury 10 tahun sangat tidak stabil selama dua tahun terakhir karena inflasi meningkat. Bank-bank juga terpengaruh oleh eksposur mereka terhadap deposito yang tidak diasuransikan, sehingga kombinasi kerugian yang belum direalisasikan dan eksposur terhadap deposito yang tidak diasuransikan dapat sangat merusak," ujarnya dilansir dari Watcher Guru, Senin (7/10/2024).

Menurut dia, kombinasi ini bisa sangat mematikan karena dolar AS juga menderita akibat inflasi dan tekanan BRICS. Selain itu, utang AS juga terus meningkat tahun ini melewati level tertinggi sepanjang masa.

Utang nasional AS saat ini mencapai lebih dari USD35,7 triliun. Dalam tiga hari terakhir saja, utang tersebut telah melonjak sebesar USD345 miliar. Pemerintah AS saat ini membayar bunga utang sebesar USD3 miliar per hari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!