Perang Dagang China-Uni Eropa Meletus saat Beijing Ajukan Keluhan ke WTO
Kamis, 31 Oktober 2024 - 07:46 WIB
Kamar Dagang China untuk Uni Eropa juga menyerukan penghentian tarif tambahan, dengan mengatakan pihaknya "sangat menyesali dan tidak puas dengan keputusan Uni Eropa yang berorientasi ke dalam dan bermotif politik".
Kenaikan tarif adalah hasil dari penyelidikan anti-subsidi yang diluncurkan oleh Uni Eropa tahun lalu, yang menemukan bahwa EV buatan China mendistorsi pasar Eropa. Tarif yang lumayan besar dianggap perlu untuk menyamakan dampak subsidi negara China di sektor EV.
Konflik ini selanjutnya berkembeng menjadi perang dagang terbesar yang pernah ada antara China dan Uni Eropa dan menimbulkan kekhawatiran konflik perdagangan ini dapat berkepanjangan dan berdampak pahit.
Baca Juga: China Mulai Balas Dendam ke Eropa, Tarif Impor Brendi Berlaku 11 Oktober
Sementara itu China sebagai aksi balasan pada awal bulan ini menampar tarif hingga 39% pada ekspor brendi Eropa, dan telah mengisyaratkan akan mengenakan bea pada mobil yang diimpor dari Uni Eropa. China juga telah meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap produk susu dan babi.
Kenaikan tarif adalah hasil dari penyelidikan anti-subsidi yang diluncurkan oleh Uni Eropa tahun lalu, yang menemukan bahwa EV buatan China mendistorsi pasar Eropa. Tarif yang lumayan besar dianggap perlu untuk menyamakan dampak subsidi negara China di sektor EV.
Konflik ini selanjutnya berkembeng menjadi perang dagang terbesar yang pernah ada antara China dan Uni Eropa dan menimbulkan kekhawatiran konflik perdagangan ini dapat berkepanjangan dan berdampak pahit.
Baca Juga: China Mulai Balas Dendam ke Eropa, Tarif Impor Brendi Berlaku 11 Oktober
Sementara itu China sebagai aksi balasan pada awal bulan ini menampar tarif hingga 39% pada ekspor brendi Eropa, dan telah mengisyaratkan akan mengenakan bea pada mobil yang diimpor dari Uni Eropa. China juga telah meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap produk susu dan babi.
(akr)
Lihat Juga :