Mengulik Harta Kekayaan Bashar Al Assad usai Runtuhnya Rezim 5 Dekade
Rabu, 11 Desember 2024 - 07:36 WIB
Kekayaan bersih keluarga Assad diperkirakan berkisar antara USD1 miliar dan USD2 miliar, meskipun tidak bisa dikonfirmasi secara independen angka tersebut. Assad diyakini terlibat dalam hampir semua operasi ekonomi skala besar di Suriah.
Sebagian besar kekayaan mereka diyakini tersembunyi dalan rekening luar negeri, kepemilikan real estat, dan perusahaan cangkang, serta seringkali dengan nama palsu untuk menghindari deteksi dan menghindari sanksi.
Seperti yang dinyatakan dalam laporan Kementerian Luar Negeri AS tahun 2022, "keluarga Assad menjalankan sistem patronase yang kompleks, termasuk perusahaan cangkang dan fasad perusahaan yang berfungsi sebagai alat bagi rezim untuk mengakses sumber daya keuangan."
Satu-satunya informasi tentang kekayaan keluarga Assad terungkap pada tahun 2020 ketika pengadilan Prancis mendakwa paman mantan presiden, Rifaat al-Assad dengan pencucian uang.
Selama persidangan, yang mengakibatkan hukuman penjara empat tahun, terungkap bahwa Rifaat memiliki dua rumah besar di Paris, salah satunya seluas 32.000 kaki persegi, bersama dengan peternakan pejantan, kastil dan lebih dari 500 properti di Spanyol.
Selama 54 tahun pemerintahan keluarga Assad, ekonomi Suriah mandek dan kemudian runtuh seluruhnya. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), 90% warga Suriah hidup dalam kemiskinan, tetapi tidak dengan keluarga Assad.
Selain keluarga dekat Bashar al-Assad, tokoh-tokoh berpengaruh lainnya juga berkontribusi pada kekuatan keuangan rezim. Keluarga Shalish, termasuk sepupu dari pihak ayah Assad, Dhu al-Himma Shalish (juga dikenal sebagai Zuhayr Shalish) dan Riad Shalish, telah mengumpulkan kekayaan lebih dari USD1 miliar.
Kekayaan mereka berasal dari bisnis di bidang konstruksi dan impor mobil, serta keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan terlarang. Keluarga Shalishe menjalankan konglomerasi besar Suriah, yang semakin mengkonsolidasikan kekuatan keuangan rezim.
Sebagian besar kekayaan mereka diyakini tersembunyi dalan rekening luar negeri, kepemilikan real estat, dan perusahaan cangkang, serta seringkali dengan nama palsu untuk menghindari deteksi dan menghindari sanksi.
Seperti yang dinyatakan dalam laporan Kementerian Luar Negeri AS tahun 2022, "keluarga Assad menjalankan sistem patronase yang kompleks, termasuk perusahaan cangkang dan fasad perusahaan yang berfungsi sebagai alat bagi rezim untuk mengakses sumber daya keuangan."
Satu-satunya informasi tentang kekayaan keluarga Assad terungkap pada tahun 2020 ketika pengadilan Prancis mendakwa paman mantan presiden, Rifaat al-Assad dengan pencucian uang.
Selama persidangan, yang mengakibatkan hukuman penjara empat tahun, terungkap bahwa Rifaat memiliki dua rumah besar di Paris, salah satunya seluas 32.000 kaki persegi, bersama dengan peternakan pejantan, kastil dan lebih dari 500 properti di Spanyol.
Selama 54 tahun pemerintahan keluarga Assad, ekonomi Suriah mandek dan kemudian runtuh seluruhnya. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), 90% warga Suriah hidup dalam kemiskinan, tetapi tidak dengan keluarga Assad.
Selain keluarga dekat Bashar al-Assad, tokoh-tokoh berpengaruh lainnya juga berkontribusi pada kekuatan keuangan rezim. Keluarga Shalish, termasuk sepupu dari pihak ayah Assad, Dhu al-Himma Shalish (juga dikenal sebagai Zuhayr Shalish) dan Riad Shalish, telah mengumpulkan kekayaan lebih dari USD1 miliar.
Kekayaan mereka berasal dari bisnis di bidang konstruksi dan impor mobil, serta keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan terlarang. Keluarga Shalishe menjalankan konglomerasi besar Suriah, yang semakin mengkonsolidasikan kekuatan keuangan rezim.
Rami Makhlouf: Sepupu Assad dan Tokoh Terkaya Suriah
Rami Makhlouf, salah satu tokoh terkaya dan paling berpengaruh di Suriah, adalah pemain kunci lainnya dalam kerajaan ekonomi keluarga Assad. Putra paman dari pihak ibu Bashar al-Assad, Makhlouf dikatakan telah mengendalikan sebagian besar ekonomi Suriah.Lihat Juga :
tulis komentar anda