Tanpa Gelar Sarjana, Pria Ini Bangun Perusahaan Roket Senilai Rp192 Triliun
Senin, 16 Desember 2024 - 07:33 WIB
"Jadi, saya rasa hal itu tidak akan menyenangkan sama sekali. Ada sekelompok orang yang langka yang dapat melakukan hal tersebut, dan sayangnya saya bukan salah satu dari mereka."
Beck tidak sepenuhnya menghindari risiko. Dia cukup nyaman mengambil risiko besar, asalkan taruhannya tidak berpotensi mengancam nyawa. Mendirikan Rocket Lab pada awalnya merupakan langkah yang berisiko, mengingat kurangnya pengalaman Beck.
Baca Juga: Serangan Dahsyat Rusia Hancurkan 4 Peluncur Sistem Rudal Patriot AS di Ukraina
Bertahun-tahun kemudian, ketika perusahaan meluncurkan roket Electron pertamanya, Peter Back yakin 92% bahwa roket ini akan berhasil. Upaya tersebut gagal mencapai orbit karena adanya kesalahan peralatan, namun dengan memperbaikinya, hal itu membuka jalan bagi peluncuran-peluncuran sukses di masa depan.
"Anda harus mengambil risiko," katanya. "Jika Anda tidak mengambil risiko, tidak ada imbalannya dan Anda akan menjadi pemain tradisional seperti dinosaurus jika Anda ingin menghilangkan setiap persentase risiko."
Beck tidak sepenuhnya menghindari risiko. Dia cukup nyaman mengambil risiko besar, asalkan taruhannya tidak berpotensi mengancam nyawa. Mendirikan Rocket Lab pada awalnya merupakan langkah yang berisiko, mengingat kurangnya pengalaman Beck.
Baca Juga: Serangan Dahsyat Rusia Hancurkan 4 Peluncur Sistem Rudal Patriot AS di Ukraina
Bertahun-tahun kemudian, ketika perusahaan meluncurkan roket Electron pertamanya, Peter Back yakin 92% bahwa roket ini akan berhasil. Upaya tersebut gagal mencapai orbit karena adanya kesalahan peralatan, namun dengan memperbaikinya, hal itu membuka jalan bagi peluncuran-peluncuran sukses di masa depan.
"Anda harus mengambil risiko," katanya. "Jika Anda tidak mengambil risiko, tidak ada imbalannya dan Anda akan menjadi pemain tradisional seperti dinosaurus jika Anda ingin menghilangkan setiap persentase risiko."
(nng)
Lihat Juga :