CEO JPMorgan Sebut Bitcoin Tak Bernilai, Samakan dengan Merokok

Jum'at, 17 Januari 2025 - 14:58 WIB
Komentar Dimon seiring lonjakan nilai pada Bitcoin. Pada tahun 2024, harga Bitcoin melonjak 121%, mencapai level tertinggi sepanjang masa di posisi USD108.135 pada bulan Desember. Sejak saat itu, mata uang kripto telah mengalami koreksi, sempat jatuh di bawah USD90.000 pada awal Januari. Pada hari Selasa, Bitcoin mencetak rebound dan diperdagangkan di lebih dari USD96.000.

Dibuat pada tahun 2009, Bitcoin memungkinkan orang untuk mengirim dan menerima uang melalui internet tanpa bergantung pada bank atau pemerintah secara tradisional. Harganya terutama dipengaruhi oleh pasokan, permintaan pasar, ketersediaan, mata uang kripto yang bersaing, dan sentimen investor.

Baca Juga: Keras! Bos JPMorgan Sebut Bitcoin Tidak Berharga dan Kerap Jadi Alat Kejahatan

Pasokan Bitcoin terbatas – jumlah Bitcoin terbatas yang dapat ditambang, dan koin tersebut diproyeksikan akan ditambang untuk terakhir kalinya pada tahun 2140. Bitcoin sering disebut sebagai "emas digital" karena pasokan dan properti penyimpanan nilainya yang terbatas.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!