Kuota Elpiji Subsidi Dipangkas, Anggota DPR Cecar Menteri ESDM

Rabu, 02 September 2020 - 14:16 WIB
"Seyogianya kalau melihat yang ada di tahun ini kurang lebih sekitar 7,2 juta - 7,5 juta metrik ton kita naik dengan situasi normal. Saat ini berbeda, situasi enggak normal kondisi masyarakat betul-betul membutuhkan gas 3 kg tadi," katanya dalam gelaran Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR, Rabu (2/9/2020).

Senada dengan Doni, Anggota Komisi VII DPR Fraksi Gerindra Subarna, mengatakan, pandemi Covid-19 mengakibatkan bertambahnya jumlah masyarakat miskin di Indonesia. Oleh karenanya, elpiji 3 kg seharusnya mengalami peningkatan pada tahun depan. "Dampak Covid adalah kemiskinan, yang diperlukan elpiji 3 kg sudah jelas karena banyak yang miskin," katanya.

Lalu, Anggota DPR dari Fraksi Golkar Maman Abdurahman mengatakan tidak setuju jika penyaluran subsidi elpiji 3 kg yang tidak tepat sasaran harus ditimpakan ke masyarakat dengan mengurangi kuota elpiji 3 kg. Seharusnya, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPR yang menjadikan pengawasan penyaluran elpiji 3 kg ini agar tetap sasaran.

(Baca Juga: ESDM: Keringanan Tagihan Tarif Listrik Dorong Roda Ekonomi)

"Saya bilang, selama pemerintah di daerah belum serius pengawasan, konsekuensi logisnya pasti akan naik terus. Kalau mau di angka 7 juta ton, harus serius pengawasannya. Kalau enggak siap, ya harus siap dengan aspirasi ini (naik jadi 7,5 juta MT)," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!