3 Harta Karun Mineral Nigeria, Anggota BRICS Terbaru di 2025
Senin, 20 Januari 2025 - 19:13 WIB

Negara mitra BRICS terbaru, Nigeria menyimpan harta karun mineral yang melimpah, dan menjadi bahan bakar penggerak ekonomi negara terpadat di Afrika itu. Foto/Dok
JAKARTA - Nigeria menyimpan harta karun mineral yang melimpah, dan menjadi bahan bakar penggerak ekonomi negara terpadat di Afrika itu. Negara mitra BRICS terbaru yang sudah diakui secara resmi per 17 Januari 2025, Nigeria adalah produsen minyak nomor satu di benua Afrika.
Kontribusi kekayaan alam dan sumber daya mineral terhadap sumber pendapatan Nigeria sangat signifikan. Ekstraksi sumber daya menjadi sektor ekonomi yang paling penting buat Nigeria. Mineral paling berharga secara ekonomis yang tersimpan di Nigeria yakni minyak mentah, gas alam, batu bara, timah, dan columbite (mineral berbahan besi yang menyertai timah).
Bergabungnya Nigeria sebagai negara mitra, bakal menjadi pendorong yang kuat bagi BRICS -kelompok negara-negara berkembang utama- untuk memperkuat pengaruhnya secara global. Bukan hanya sebagai produsen minyak utama, Nigeria merupakan ekonomi terbesar kedua di Afrika.
Memiliki populasi terbesar keenam di dunia, dan yang paling padat populasinya di benua Afrika. Nigeria tidak hanya menyandang produsen minyak terbesar di Afrika, tapi juga produsen minyak mentah terbesar ke-15 secara global.
Minyak bumi pertama kali ditemukan pada tahun 1956, dan menjadi sumber pendapatan dan devisa pemerintah yang paling penting. Sebagian besar produksi minyak Nigeria berasal dari kilang darat di delta Niger, meski begitu peningkatan proporsi minyak mentah justru datang dari kilang lepas pantai.
Ada kilang minyak di Port Harcourt, Warri, dan Kaduna. Nigeria tercatat sebagai anggota OPEC sejak 1971. Minyak mentah merupakan sumber daya vital dalam produksi energi dan bahan bakar. Minyak mentah juga digunakan dalam produksi berbagai produk seperti plastik, pupuk, dan kain sintetis.
Nigeria memiliki cadangan minyak terbesar kedua di Afrika, setelah Libya. Negara ini menempati posisi ke-10 sebagai negara dengan cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, dengan sekitar 2% dari cadangan global setelah Venezuela, Arab Saudi, Iran, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Rusia, Amerika Serikat, dan Libya.
Kontribusi kekayaan alam dan sumber daya mineral terhadap sumber pendapatan Nigeria sangat signifikan. Ekstraksi sumber daya menjadi sektor ekonomi yang paling penting buat Nigeria. Mineral paling berharga secara ekonomis yang tersimpan di Nigeria yakni minyak mentah, gas alam, batu bara, timah, dan columbite (mineral berbahan besi yang menyertai timah).
Bergabungnya Nigeria sebagai negara mitra, bakal menjadi pendorong yang kuat bagi BRICS -kelompok negara-negara berkembang utama- untuk memperkuat pengaruhnya secara global. Bukan hanya sebagai produsen minyak utama, Nigeria merupakan ekonomi terbesar kedua di Afrika.
Berikut 3 harta karun mineral yang dimiliki Nigeria:
1. Minyak Mentah
Memiliki populasi terbesar keenam di dunia, dan yang paling padat populasinya di benua Afrika. Nigeria tidak hanya menyandang produsen minyak terbesar di Afrika, tapi juga produsen minyak mentah terbesar ke-15 secara global.
Minyak bumi pertama kali ditemukan pada tahun 1956, dan menjadi sumber pendapatan dan devisa pemerintah yang paling penting. Sebagian besar produksi minyak Nigeria berasal dari kilang darat di delta Niger, meski begitu peningkatan proporsi minyak mentah justru datang dari kilang lepas pantai.
Ada kilang minyak di Port Harcourt, Warri, dan Kaduna. Nigeria tercatat sebagai anggota OPEC sejak 1971. Minyak mentah merupakan sumber daya vital dalam produksi energi dan bahan bakar. Minyak mentah juga digunakan dalam produksi berbagai produk seperti plastik, pupuk, dan kain sintetis.
Nigeria memiliki cadangan minyak terbesar kedua di Afrika, setelah Libya. Negara ini menempati posisi ke-10 sebagai negara dengan cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, dengan sekitar 2% dari cadangan global setelah Venezuela, Arab Saudi, Iran, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Rusia, Amerika Serikat, dan Libya.
Lihat Juga :
tulis komentar anda