Subsidi Tak Efektif Dongkrak Daya Beli, Stok Motor Listrik Numpuk di Dealer

Selasa, 11 Februari 2025 - 15:05 WIB
Baca Juga: Januari 2025 Sudah Lewat, Penjualan Motor Turun dibanding Tahun Lalu

Menurut dia inflasi yang fluktuatif, harga kebutuhan pokok yang terus melonjak, serta ketidakpastian ekonomi pasca-pandemi membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang. "Alih-alih membeli motor listrik, banyak yang lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan pokok dan menghemat pengeluaran," kata dia.

Hal itu berdampak langsung pada permintaan motor listrik, yang menurun drastis dan menyebabkan dealer-dealer mengalami surplus stok yang sulit terjual. Meskipun motor listrik menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dan bebas pajak, harga awal yang masih cukup tinggi tetap menjadi penghalang utama bagi banyak kalangan.

Lebih jauh, skema subsidi motor listrik ini masih memiliki banyak kelemahan. Penyerapannya rendah, dan lebih banyak menguntungkan motor listrik dari luar negeri ketimbang produk lokal. Akibatnya, motor listrik asal luar negeri tetap lebih digemari dibandingkan motor listrik buatan dalam negeri, yang harganya lebih terjangkau. Selain itu, ada juga kekhawatiran masyarakat terkait biaya perawatan dan ketahanan baterai motor listrik. Dalam jangka panjang, biaya tambahan bisa saja muncul dan menambah beban finansial.

Infrastruktur yang Belum Memadai

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!