Subsidi Tak Efektif Dongkrak Daya Beli, Stok Motor Listrik Numpuk di Dealer

Selasa, 11 Februari 2025 - 15:05 WIB
Tak hanya itu, masalah infrastruktur juga turut menghambat penjualan motor listrik. Achmad mengatakan, akses ke stasiun pengisian daya yang terbatas, terutama di daerah pinggiran dan pedesaan, menjadikan motor listrik belum menjadi pilihan utama.

"Bandingkan dengan motor bensin yang mudah mengisi bahan bakar di SPBU yang tersebar luas, motor listrik memerlukan ekosistem pengisian daya yang lebih lengkap. Jika infrastruktur pengisian daya masih minim, insentif atau subsidi apapun tidak akan banyak membantu peningkatan penjualan motor listrik," ungkapnya.

Baca Juga: Menko Airlangga Beri Isyarat Subsidi Rp7 Juta Motor Listrik Diperpanjang

Di sisi lain, masyarakat juga belum sepenuhnya percaya pada keandalan dan ketahanan motor listrik dalam jangka panjang. Kekhawatiran tentang keawetan baterai dan biaya penggantian suku cadang semakin memperburuk ketidakpercayaan ini. Tanpa jaminan atau kebijakan perlindungan konsumen yang memadai, banyak yang lebih memilih kendaraan konvensional yang sudah terbukti ketahanannya.

"Salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan, adalah program tukar tambah motor bensin dengan motor listrik. Skema ini memungkinkan masyarakat untuk membeli motor listrik dengan harga lebih terjangkau, tanpa harus menjual kendaraan lamanya secara terpisah," ucapnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!