5 Bandara Paling Sepi di Indonesia, Dua Peringkat Terakhir Mati Suri
Selasa, 18 Februari 2025 - 19:54 WIB
Terlebih ketika pandemi melanda Indonesia pada 2020, memaksa pengelola Bandara Kertajati melakukann efisiensi. Tidak tanggung-tanggung, untuk listrik penghematan yang bisa dipangkas mencapai hampir mencapai Rp1 miliar.
Awal pandemi pada Maret 2020, sudah tak ada penerbangan komersial di Bandara Kertajati, Majalengka. Di awal 2021, Bandara Kertajati mulai melayani penerbangan kargo untuk bertahan.

Bandara Kertajati menelan biaya hingga Rp 2,6 triliun. Meskipun telah dibangun dengan dana triliunan, namun tingkat okupansi penerbangannya di bawah 30% pada 2021. Demi membuat Bandara Kertajati menggeliat, pemerintah membuatkan akses melalui Tol Cisumdawu.
Perjalanan dari Bandung ke Kertajati dapat ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Bandara Kertajati sebenarnya sudah dibuka sejak 2018. Namun, keterbatasan akses menuju bandara itu disinyalir jadi biang kerok sepinya bandara terbesar kedua di Indonesia ini.
Kini pada tahun 2025, bandara ini masih minim rute penerbangan domestik. Pemprov Jabar terus berupaya maksimal untuk mengoptimalkan layanan penerbangan di Bandara Kertajati. Namun berbagai kendala dihadapi seperti sedikitnya maskapai yang mau membuka rute penerbangan dari bandara tersebut.
Penerbangan kargo yang baru berjalan beberapa kali tidak bisa sepenuhnya menopang Bandara Kertajati. Kondisi Bandara Kertajati semakin sulit setelah maskapai yang melayani rute penerbangan internasional menyetop sementara penerbangan.
Hal itu berimbas pada turunnya okupansi penumpang pada bandara terbesar kedua di Indonesia tersebut. Melihat kondisi ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandi mengungkapkan pihaknya mengundang maskapai penerbangan untuk membuka rute dari dan menuju Bandara Kertajati, Jawa Barat sejalan dengan upaya pengembangan bandara.
Jurus Ramaikan Penerbangan
Dudy menjelaskan setidaknya terdapat empat strategi utama dalam pengembangan kawasan Bandara Kertajati. Pertama, optimalisasi lahan seluas 1.800 hektar dengan menyediakan fasilitas strategis yang terintegrasi melalui satu sistem moda transportasi (APMS). Area yang terhubung meliputi gedung terminal, kawasan komersial multifungsi, pusat e-commerce, dan Kertajati Aircraft Maintenance Center (KAMC).
Awal pandemi pada Maret 2020, sudah tak ada penerbangan komersial di Bandara Kertajati, Majalengka. Di awal 2021, Bandara Kertajati mulai melayani penerbangan kargo untuk bertahan.

Bandara Kertajati menelan biaya hingga Rp 2,6 triliun. Meskipun telah dibangun dengan dana triliunan, namun tingkat okupansi penerbangannya di bawah 30% pada 2021. Demi membuat Bandara Kertajati menggeliat, pemerintah membuatkan akses melalui Tol Cisumdawu.
Perjalanan dari Bandung ke Kertajati dapat ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Bandara Kertajati sebenarnya sudah dibuka sejak 2018. Namun, keterbatasan akses menuju bandara itu disinyalir jadi biang kerok sepinya bandara terbesar kedua di Indonesia ini.
Kini pada tahun 2025, bandara ini masih minim rute penerbangan domestik. Pemprov Jabar terus berupaya maksimal untuk mengoptimalkan layanan penerbangan di Bandara Kertajati. Namun berbagai kendala dihadapi seperti sedikitnya maskapai yang mau membuka rute penerbangan dari bandara tersebut.
Penerbangan kargo yang baru berjalan beberapa kali tidak bisa sepenuhnya menopang Bandara Kertajati. Kondisi Bandara Kertajati semakin sulit setelah maskapai yang melayani rute penerbangan internasional menyetop sementara penerbangan.
Hal itu berimbas pada turunnya okupansi penumpang pada bandara terbesar kedua di Indonesia tersebut. Melihat kondisi ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandi mengungkapkan pihaknya mengundang maskapai penerbangan untuk membuka rute dari dan menuju Bandara Kertajati, Jawa Barat sejalan dengan upaya pengembangan bandara.
Jurus Ramaikan Penerbangan
Dudy menjelaskan setidaknya terdapat empat strategi utama dalam pengembangan kawasan Bandara Kertajati. Pertama, optimalisasi lahan seluas 1.800 hektar dengan menyediakan fasilitas strategis yang terintegrasi melalui satu sistem moda transportasi (APMS). Area yang terhubung meliputi gedung terminal, kawasan komersial multifungsi, pusat e-commerce, dan Kertajati Aircraft Maintenance Center (KAMC).
Lihat Juga :
tulis komentar anda