Impor Gas Uni Eropa dari Rusia Melonjak di Akhir 2024, Nilainya Rp33,7 Triliun

Kamis, 20 Februari 2025 - 07:33 WIB
Kantor berita TASS mencatat bahwa impor LNG Rusia melonjak 52% dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 38% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Prancis dan Belgia dilaporkan masing-masing mengimpor gas alam cair Rusia senilai 402,9 juta euro dan 137,9 juta euro, untuk membuatnya menjadi pembeli terbesar bahan bakar super dingin. Sementara itu, Belanda mengimpor LNG senilai 98,5 juta euro dari Rusia, menandai penurunan 15,5% secara month-over-month (MoM).

Pada tahun 2024, Uni Eropa membayar 7,6 miliar euro untuk gas pipa Rusia, dibandingkan dengan 7,9 miliar euro yang tercatat pada tahun sebelumnya. Dalam laporan TASS juga ditambahkan, bahwa pembelian LNG blok tersebut dari Rusia berjumlah 7,2 miliar euro, atau mengalami penurunan dari 8,1 miliar euro pada tahun 2023.

Prancis (3,1 miliar euro), Spanyol (2 miliar euro) dan Belgia (1,1 miliar euro) berada di antara importir LNG Rusia terbesar di antara negara-negara Uni Eropa. Belanda dilaporkan membeli gas dingin senilai 749 juta euro.

Negara-negara Uni Eropa terus membeli bahan bakar pipa dan LNG, meskipun sudah berjanji untuk menghilangkan ketergantungan energi mereka pada energi Rusia. Meskipun impor gas pipa dari Rusia mengalami penurunan yang signifikan karena konflik Ukraina dan sabotase pipa Nord Stream pada September 2022, anggota blok tersebut terus membelinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!