Adira Finance Raih Laba Bersih Rp520 Miliar
Minggu, 03 Mei 2020 - 12:12 WIB
Selain itu, Hafid mengungkapkan bahwa pembiayaan sepeda motor Adira Finance pada kuartal I 2020 mengalami penurunan 13% menjadi Rp4,1 triliun, dimana segmen motor baru hanya mengalami sedikit penurunan 2% menjadi Rp3,4 triliun.
Secara brand, kendaraan roda dua, lanjutnya, Honda berkontribusi terbesar dengan komposisi 64% dari total pembiayaan sepeda motor, Yamaha berkontribusi kedua terbesar dengan komposisi 29% dari total pembiayaan.
Untuk mobil, secara keseluruhan pembiayaan mobil baru turun sebesar 27% menjadi Rp1,7 triliun. Ia menilai, hal ini terjadi karena melemahnya penjualan industri mobil disertai dengan penurunan permintaan dari segmen komoditas.
Soal non performing loan (NPL), Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila mengatakan NPL Adira meningkat dari 1,7% menjadi 1,8% dari piutang yang dikelola di kuartal I 2020, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Dalam kondisi ini, manajemen akan lebih berhati-hati dan selektif dalam penyaluran pembiayaan baru. Gearing ratio pun turun menjadi 3,0 kali dari 3,5 kali di kuartal I 2019, artinya gearing ratio ini jauh lebih rendah dari level OJK yang diatur pada level 10 kali," kata Made.
Secara brand, kendaraan roda dua, lanjutnya, Honda berkontribusi terbesar dengan komposisi 64% dari total pembiayaan sepeda motor, Yamaha berkontribusi kedua terbesar dengan komposisi 29% dari total pembiayaan.
Untuk mobil, secara keseluruhan pembiayaan mobil baru turun sebesar 27% menjadi Rp1,7 triliun. Ia menilai, hal ini terjadi karena melemahnya penjualan industri mobil disertai dengan penurunan permintaan dari segmen komoditas.
Soal non performing loan (NPL), Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila mengatakan NPL Adira meningkat dari 1,7% menjadi 1,8% dari piutang yang dikelola di kuartal I 2020, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Dalam kondisi ini, manajemen akan lebih berhati-hati dan selektif dalam penyaluran pembiayaan baru. Gearing ratio pun turun menjadi 3,0 kali dari 3,5 kali di kuartal I 2019, artinya gearing ratio ini jauh lebih rendah dari level OJK yang diatur pada level 10 kali," kata Made.
(bon)
Lihat Juga :