Media Asing Sebut Orang Kaya Indonesia Mulai Pindahkan Kekayaan ke Luar Negeri

Sabtu, 12 April 2025 - 07:48 WIB
Kekhawatiran utama dan alasan di balik volatilitas saham dan mata uang adalah kebijakan pemerintah, yang memperluas belanja negara, dan membawa perusahaan-perusahaan yang didukung negara lebih langsung ke dalam orbitnya. Jika ekspansi mendekati tujuan pemerintah, itu akan membutuhkan belanja pemerintah yang besar. Investor khawatir hal ini dapat menyebabkan defisit fiskal yang lebih besar, peningkatan utang dan kenaikan pajak, belum lagi tekanan inflasi yang lebih luas.

Perwakilan dari Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Meskipun gelombang arus keluar saat ini tidak sebanding dengan eksodus pada tahun 1998 ketika Indonesia dilanda krisis ekonomi Asia, perubahan ke arah keluar semakin meningkat, kata orang-orang tersebut. Sejak Februari, klien dari satu firma penasihat telah mengalihkan sekitar USD50 juta uang mereka ke Dubai dan Abu Dhabi, kata orang lain. Pada kuartal Desember, arus keluar serupa hanya mencapai USD10 juta.

Dalam beberapa kasus, uang tersebut digunakan untuk membeli properti perumahan dan komersial atas nama anggota keluarga dan teman untuk menghindari deteksi, kata orang tersebut. Beberapa klien telah berhasil memperoleh visa kerja di Dubai, misalnya, yang kemudian memungkinkan mereka untuk mendirikan perusahaan cangkang dan menggunakannya untuk membeli real estat, kata orang tersebut.

Timur Tengah secara bertahap menjadi tempat parkir yang populer untuk aset-aset dari warga Indonesia yang waspada terhadap pengawasan ketat dari bank-bank di Singapura, lokasi favorit bagi orang-orang kaya dari semua negara tetangga. Lembaga keuangan di negara-kota tersebut telah menerapkan uji tuntas dan langkah-langkah pemantauan transaksi yang lebih ketat setelah skandal pencucian uang besar-besaran di negara tersebut.

Mata uang kripto menawarkan jalan keluar dari sebagian hal tersebut. Meskipun mata uang kripto sendiri merupakan aset yang fluktuatif, mata uang ini juga termasuk yang paling fleksibel untuk dipindahkan.

Baca Juga: Hari Ini AS-Iran Mulai Berunding: Capai Kesepakatan atau Perang!
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!