3 Pelabuhan Afrika yang Dibangun China, Jejak Kuat Tiongkok di Jalur Perdagangan Global
Sabtu, 19 April 2025 - 14:32 WIB
Dengan fasilitas modern dan lokasi geografis yang strategis, Kribi memainkan peran penting sebagai pintu masuk ekspor-impor barang dari negara-negara tetangga yang terkurung daratan seperti Chad dan Republik Afrika Tengah.
Pelabuhan Lekki di Nigeria adalah salah satu pelabuhan terbesar dan tercanggih di Afrika Barat. Dioperasikan melalui kerja sama antara Nigeria dan investor Tiongkok, perusahaan China menguasai 52% saham pelabuhan ini.
Lekki dirancang untuk mengurangi beban di Pelabuhan Apapa yang lebih tua di Lagos dan telah menjadi simpul logistik utama bagi barang-barang kontainer. Kehadiran China di sini menandai pergeseran penting dalam arsitektur logistik Afrika Barat, sekaligus mempererat hubungan ekonomi Beijing dengan Abuja.
Pelabuhan Lomé, yang terletak di ibu kota Togo, merupakan pelabuhan penting lainnya yang turut melibatkan investasi besar dari Tiongkok. Dengan kepemilikan saham sebesar 50%, perusahaan China menjadi mitra utama dalam pengelolaan dan pengembangan pelabuhan ini. Lomé dikenal sebagai satu-satunya pelabuhan laut dalam di kawasan Afrika Barat yang mampu menampung kapal-kapal besar tanpa perlu membongkar muatan di pelabuhan antara.
Selain tiga pelabuhan utama tersebut, China juga menanamkan modalnya di sejumlah pelabuhan penting lainnya di Afrika. Di antaranya adalah Pelabuhan Laut Dalam Kribi (proyek perluasan), Pelabuhan Otonomi Abidjan di Pantai Gading, Pelabuhan Djibouti yang strategis di Tanduk Afrika, Pelabuhan Bagamoyo di Tanzania, serta Pelabuhan Pointe Noire di Republik Kongo.
Baca Juga: Perang Dagang Menggila, Trump Targetkan Kapal-kapal China usai Beijing Boikot LNG AS
2. Pelabuhan Lekki
Pelabuhan Lekki di Nigeria adalah salah satu pelabuhan terbesar dan tercanggih di Afrika Barat. Dioperasikan melalui kerja sama antara Nigeria dan investor Tiongkok, perusahaan China menguasai 52% saham pelabuhan ini.
Lekki dirancang untuk mengurangi beban di Pelabuhan Apapa yang lebih tua di Lagos dan telah menjadi simpul logistik utama bagi barang-barang kontainer. Kehadiran China di sini menandai pergeseran penting dalam arsitektur logistik Afrika Barat, sekaligus mempererat hubungan ekonomi Beijing dengan Abuja.
3. Pelabuhan Lomé
Pelabuhan Lomé, yang terletak di ibu kota Togo, merupakan pelabuhan penting lainnya yang turut melibatkan investasi besar dari Tiongkok. Dengan kepemilikan saham sebesar 50%, perusahaan China menjadi mitra utama dalam pengelolaan dan pengembangan pelabuhan ini. Lomé dikenal sebagai satu-satunya pelabuhan laut dalam di kawasan Afrika Barat yang mampu menampung kapal-kapal besar tanpa perlu membongkar muatan di pelabuhan antara.
Selain tiga pelabuhan utama tersebut, China juga menanamkan modalnya di sejumlah pelabuhan penting lainnya di Afrika. Di antaranya adalah Pelabuhan Laut Dalam Kribi (proyek perluasan), Pelabuhan Otonomi Abidjan di Pantai Gading, Pelabuhan Djibouti yang strategis di Tanduk Afrika, Pelabuhan Bagamoyo di Tanzania, serta Pelabuhan Pointe Noire di Republik Kongo.
Baca Juga: Perang Dagang Menggila, Trump Targetkan Kapal-kapal China usai Beijing Boikot LNG AS
Lihat Juga :