Bea Cukai Kantongi Rp77,5 Triliun di Kuartal I 2025, Setara 25,7% dari Target
Rabu, 07 Mei 2025 - 20:45 WIB
Lebih lanjut, Askolani merinci bahwa penerimaan Bea Masuk pada Kuartal I 2025 mencapai 11,3% dari target. Meskipun tren penerimaan Bea Masuk menunjukkan peningkatan sejak tahun 2020 hingga 2024 yang mencapai Rp53 triliun, angka Rp11,3 triliun pada kuartal ini mengalami kontraksi sebesar 5,9% dibandingkan kuartal I 2024.
Askolani mengungkapkan, dua faktor utama penyebab kontraksi penerimaan Bea Masuk. Pertama, tidak adanya lagi kuota impor beras untuk Bulog pada tahun 2025. Pada tahun sebelumnya, impor beras oleh Bulog masih dilakukan, sehingga berkontribusi pada penerimaan Bea Masuk.
Kedua, kebijakan pemerintah yang memberikan insentif Bea Masuk nol persen untuk kendaraan bermotor listrik (EV) menyebabkan penurunan signifikan pada penerimaan Bea Masuk dari sektor otomotif, meskipun volume impor EV meningkat.
Sementara itu, Bea Keluar menunjukkan fluktuasi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan puncaknya pada tahun 2021 dan 2022 yang mencapai Rp34-39 triliun.
Pada Kuartal I 2025, penerimaan Bea Keluar tercatat sebesar Rp8,8 triliun, dipengaruhi oleh kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) yang tumbuh 1.145,7 persen dan penurunan ekspor tembaga sebesar 76,6%.
Askolani mengungkapkan, dua faktor utama penyebab kontraksi penerimaan Bea Masuk. Pertama, tidak adanya lagi kuota impor beras untuk Bulog pada tahun 2025. Pada tahun sebelumnya, impor beras oleh Bulog masih dilakukan, sehingga berkontribusi pada penerimaan Bea Masuk.
Kedua, kebijakan pemerintah yang memberikan insentif Bea Masuk nol persen untuk kendaraan bermotor listrik (EV) menyebabkan penurunan signifikan pada penerimaan Bea Masuk dari sektor otomotif, meskipun volume impor EV meningkat.
Sementara itu, Bea Keluar menunjukkan fluktuasi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan puncaknya pada tahun 2021 dan 2022 yang mencapai Rp34-39 triliun.
Pada Kuartal I 2025, penerimaan Bea Keluar tercatat sebesar Rp8,8 triliun, dipengaruhi oleh kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) yang tumbuh 1.145,7 persen dan penurunan ekspor tembaga sebesar 76,6%.
Lihat Juga :