Alokasikan Listrik 2.000 MW, Pakistan Siap Jadi Pusat Tambang Bitcoin

Minggu, 25 Mei 2025 - 21:00 WIB
Kabel tersebut menghubungkan 33 negara dan 46 stasiun pendaratan di Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika. Proyek ini diperkirakan akan meningkatkan kapasitas bandwidth, menurunkan latensi, dan memperkuat rute cadangan data digital.

Baca Juga: Pakistan Kerek Anggaran Militer Jadi Rp525 Triliun, Terbesar dalam Sejarah

Di sisi lain, dukungan terhadap transformasi ini juga datang dari kalangan militer. Kepala Staf Angkatan Darat, Marsekal Syed Asim Munir, telah bertemu dengan CEO PCC, Bilal bin Saqib, untuk membahas keterlibatan Pakistan dalam keuangan digital. Saqib menekankan pentingnya partisipasi generasi muda dalam revolusi teknologi ini.

"Anak muda Pakistan menuntut tempat di meja teknologi global. Ini adalah momentum membangun masa depan bersama," kata dia.

Dalam laporannya kepada otoritas, PCC menyebut telah menjalin komunikasi dengan sejumlah mitra internasional, termasuk delegasi World Liberty Financial (WLF) dan pendiri Binance, Changpeng Zhao. WLF juga disebut telah menandatangani Letter of Intent untuk mempercepat adopsi teknologi blockchain dan stablecoin di Pakistan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!