4 Negara Terancam Bangkrut Terjebak Utang China, Terparah Sampai Menyerahkan Pelabuhan
Senin, 02 Juni 2025 - 11:42 WIB
Ketiga, Uganda mengalami gagal bayar utang senilai USD200 juta kepada China. Utang ini dijaminkan dengan aset strategis seperti Bandara Internasional Entebbe. Jika gagal membayar, Uganda berisiko kehilangan aset penting tersebut. Upaya perundingan ulang dengan China pun dinilai sulit dilakukan, sehingga tekanan ekonomi terus meningkat.
Keempat, Kenya menghadapi risiko kehilangan aset vital seperti Pelabuhan Mombasa akibat gagal membayar utang sebesar US$ 3,6 miliar. Utang ini digunakan untuk pembangunan proyek kereta api Mombasa-Nairobi. Ketidakpastian ekonomi akibat utang ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi pemerintah dan masyarakat Kenya.
Selain keempat negara tersebut, beberapa negara lain seperti Maladewa, Pakistan, Venezuela, Zimbabwe, dan Nigeria juga mengalami tekanan ekonomi akibat utang besar kepada China. Maladewa, misalnya, kesulitan membayar utang antara USD 1,1 hingga USD 1,4 miliar, yang digunakan untuk proyek infrastruktur seperti jembatan dan bandara, sehingga China mengambil alih beberapa aset strategis.
Baca Juga: Jerman Akui Mustahil Mengalahkan Rusia karena Memiliki Senjata Nuklir
Di Pakistan, utang besar untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Karot dan China-Pakistan Economic Corridor (CPEC) menimbulkan risiko kebangkrutan ekonomi. Suku bunga tinggi dan beban utang yang besar membuat keberlanjutan pembayaran utang menjadi masalah serius.
Keempat, Kenya menghadapi risiko kehilangan aset vital seperti Pelabuhan Mombasa akibat gagal membayar utang sebesar US$ 3,6 miliar. Utang ini digunakan untuk pembangunan proyek kereta api Mombasa-Nairobi. Ketidakpastian ekonomi akibat utang ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi pemerintah dan masyarakat Kenya.
Selain keempat negara tersebut, beberapa negara lain seperti Maladewa, Pakistan, Venezuela, Zimbabwe, dan Nigeria juga mengalami tekanan ekonomi akibat utang besar kepada China. Maladewa, misalnya, kesulitan membayar utang antara USD 1,1 hingga USD 1,4 miliar, yang digunakan untuk proyek infrastruktur seperti jembatan dan bandara, sehingga China mengambil alih beberapa aset strategis.
Baca Juga: Jerman Akui Mustahil Mengalahkan Rusia karena Memiliki Senjata Nuklir
Di Pakistan, utang besar untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Karot dan China-Pakistan Economic Corridor (CPEC) menimbulkan risiko kebangkrutan ekonomi. Suku bunga tinggi dan beban utang yang besar membuat keberlanjutan pembayaran utang menjadi masalah serius.
Lihat Juga :