Demi Gaet Wisatawan China, Thailand Gelontorkan Stimulus Raksasa Rp6,5 Triliun
Selasa, 10 Juni 2025 - 17:09 WIB
Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) akan menjadi pengelola utama anggaran tersebut, dengan alokasi lebih dari 3 miliar baht untuk tiga program prioritas. Sebanyak 1,7 miliar baht akan digunakan untuk skema pembayaran bersama bagi wisatawan domestik, 750 juta baht untuk subsidi penerbangan charter dan terjadwal, serta 800 juta baht untuk mendukung promosi melalui agen perjalanan daring.
Gubernur TAT Thapanee Kiatphaibool menjelaskan bahwa terbatasnya jumlah penerbangan internasional menjadi salah satu kendala utama dalam menarik wisatawan mancanegara, khususnya dari China. Hingga Mei 2025, jumlah wisatawan asal China tercatat hanya 1,95 juta, turun 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Untuk mengatasi hambatan ini, TAT menggelontorkan dana sebesar 350 juta baht guna menjangkau pasar dari 15 kota lapis kedua di China. TAT menargetkan dapat menarik tambahan 140.000 wisatawan dari wilayah tersebut.
Selain itu, TAT juga menggencarkan kerja sama dengan maskapai dalam dan luar negeri untuk memperluas jaringan rute penerbangan. Salah satu contohnya adalah Thai AirAsia X yang berencana membuka penerbangan langsung dari Astana dan Almaty di Kazakhstan menuju Phuket.
Baca Juga: Perekonomian China dalam Pusaran Krisis Terbesar sejak Dua Dekade Terakhir
Gubernur TAT Thapanee Kiatphaibool menjelaskan bahwa terbatasnya jumlah penerbangan internasional menjadi salah satu kendala utama dalam menarik wisatawan mancanegara, khususnya dari China. Hingga Mei 2025, jumlah wisatawan asal China tercatat hanya 1,95 juta, turun 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Untuk mengatasi hambatan ini, TAT menggelontorkan dana sebesar 350 juta baht guna menjangkau pasar dari 15 kota lapis kedua di China. TAT menargetkan dapat menarik tambahan 140.000 wisatawan dari wilayah tersebut.
Selain itu, TAT juga menggencarkan kerja sama dengan maskapai dalam dan luar negeri untuk memperluas jaringan rute penerbangan. Salah satu contohnya adalah Thai AirAsia X yang berencana membuka penerbangan langsung dari Astana dan Almaty di Kazakhstan menuju Phuket.
Baca Juga: Perekonomian China dalam Pusaran Krisis Terbesar sejak Dua Dekade Terakhir
Lihat Juga :