Kabar Baik Datang dari Perang Dagang AS dan China, Begini Hasil Pertemuan London
Rabu, 11 Juni 2025 - 15:50 WIB
Ia memberikan kedua belah pihak tenggat waktu selama 90 hari untuk mencoba mencapai kesepakatan perdagangan. Namun, AS dan China sejak itu mengklaim adanya pelanggaran terhadap janji non-tarif. Perwakilan Perdagangan AS, Jamieson Greer mengatakan, bahwa China telah gagal mencabut pembatasan pada ekspor magnet tanah jarang.
Sedangkan Beijing mengatakan, AS melanggar perjanjian tersebut usai tetap menghentikan penjualan perangkat lunak desain chip komputer kepada perusahaan-perusahaan China. Ditambah memperingatkan agar tidak menggunakan chip yang dibuat oleh raksasa teknologi China Huawei dan membatalkan visa untuk pelajar China.
Baca Juga: AS-China Kembali Berunding, Akankah Perang Dagang Berakhir di London?
Menjelang pembicaraan minggu ini, Kementerian Perdagangan China mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah menyetujui beberapa aplikasi untuk lisensi ekspor tanah jarang, meskipun tidak memberikan rincian negara mana saja yang terlibat. Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa Xi telah setuju untuk memulai kembali perdagangan logam tanah jarang.
Sedangkan Beijing mengatakan, AS melanggar perjanjian tersebut usai tetap menghentikan penjualan perangkat lunak desain chip komputer kepada perusahaan-perusahaan China. Ditambah memperingatkan agar tidak menggunakan chip yang dibuat oleh raksasa teknologi China Huawei dan membatalkan visa untuk pelajar China.
Baca Juga: AS-China Kembali Berunding, Akankah Perang Dagang Berakhir di London?
Menjelang pembicaraan minggu ini, Kementerian Perdagangan China mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah menyetujui beberapa aplikasi untuk lisensi ekspor tanah jarang, meskipun tidak memberikan rincian negara mana saja yang terlibat. Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa Xi telah setuju untuk memulai kembali perdagangan logam tanah jarang.
(akr)
Lihat Juga :