Penjualan Tumbuh 5,25%, HBAT Siapkan Kebijakan Strategis Hadapi 2025

Kamis, 12 Juni 2025 - 16:40 WIB
Laba bruto tercatat turun tipis 6,86% menjadi Rp17,64 miliar dibandingkan sepanjang 2023 sebesar Rp18,94 miliar. Beban pokok penjualan naik 17,68% menjadi Rp21,83 miliar dibandingkan akhir 2023 sebesar Rp18,55 miliar.

Baca Juga: Jaga Likuiditas, Kredit BNI Tumbuh 10,1% Jadi Rp765,47 Triliun di Kuartal I-2025

Untuk total aset Perseroan naik 15,98% menjadi Rp82,08 miliar dari posisi akhir 2023 sebesar Rp70,77 miliar. Ekuitas tercatat naik 12,14% mencapai Rp78,3 miliar dari tahun sebelumnya Rp69,82 miliar. Untuk liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp3,78 miliar naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya sebesar Rp950,97 juta.

"Dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) setelah dikurangi biaya emisi tercatat sebesar Rp23,8 miliar. Alokasi penggunaannya adalah 46,20% untuk pembelian lahan (landbank), 45,36% untuk pembangunan fasilitas umum dan prasarana di perumahan Sawangan Permai. Sisanya 8,44% untuk modal kerja, termasuk pembayaran kepada kontraktor dan pemasok," ungkap Direktur HBAT, Andrie Rianto.

Realisasi hingga 31 Desember 2024 telah mencapai Rp18,79 miliar, sedangkan hingga akhir 2024 tercatat Rp20,03 miliar. Dengan demikian, sisa dana IPO yang belum digunakan mencapai Rp3,79 miliar.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!