Emas Jadi Aset Cadangan Terbesar Kedua di Dunia, 36.000 Ton Emas Disimpan Bank Sentral

Jum'at, 13 Juni 2025 - 17:34 WIB
Berdasarkan nilai pasar, emas menyumbang 20% dari cadangan resmi global pada akhir 2024, mengungguli euro yang mencapai 16%. Harga emas melonjak hampir 30% pada tahun 2024, mencapai rekor tertinggi di atas USD3,500 per ons troy, secara signifikan meningkatkan porsi emas dalam portofolio cadangan.

Logam mulia menjadi semakin penting, ketika bank sentral semakin mencari cara untuk mendiversifikasi aset cadangan. ECB menemukan fakta bahwa “dua pertiga bank sentral menginvestasikan emas untuk tujuan diversifikasi, sementara dua per lima melakukannya sebagai perlindungan terhadap risiko geopolitik.”

Banyak pembeli terbesar berasal dari ekonomi berkembang, terutama yang secara geopolitik kurang terafiliasi dengan Barat. Meskipun pangsa euro sebagai cadangan global, yang diukur pada kurs tetap, tetap stabil sekitar 20%, namun nilainya mampu dilewati akibat lonjakan harga emas.

“Peran euro secara internasional secara umum tetap stabil pada 2024,” kata ECB, sembari menekankan bahwa euro tetap menjadi mata uang yang paling banyak digunakan kedua secara keseluruhan.

ECB juga mengamati bahwa "beberapa negara semakin aktif menjelajahi alternatif sistem pembayaran lintas batas tradisional."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!