Iran Siap Blokade Selat Hormuz, IHSG dan Rupiah Ambruk Berjamaah

Senin, 23 Juni 2025 - 19:15 WIB
"Dunia saat ini sudah sangat dekat dengan kemungkinan perang dunia. Pelaku pasar saat ini tengah mewanti-wanti respon Iran yang bisa saja membuat tensi geopolitik alami peningkatan. Atau justru menggiring Negara lain masuk dalam pusaran perang yang sama. Ada ancaman inflasi tinggi yang terbuka lebar, dibarengi dengan pupusnya harapan pemulihan ekonomi dunia," kata Gunawan.

Bagi pelaku pasar keuangan, perang telah menambah sentimen negatif di saat pelaku pasar juga menanti kepastian hasil negosiasi tarif yang tengah dilakukan pemerintah kita. Sementara, tidak ada agenda ekonomi besar yang dirilis. Namun koreksi yang dialami rupiah dan IHSG begitu signifikan di tengah minimnya sentimen pasar.

"Selanjutnya, agenda rilis data manufaktur AS diproyeksikan tidak akan memberikan dampak besar terhadap kinerja pasar selanjutnya. Fokus perhatian pasar masih tertuju pada Iran setelah mendapatkan serangan dari AS. Terlebih, kabar terkini dari Iran menyebutkan, parlemen Republik Islam Iran menyetujui penutupan selat hormuz bagi seluruh kegiatan pelayaran," terangnya.

Baca Juga: Seberapa Penting Selat Hormuz Bagi Stabilitas Ekonomi Global? Ini Analisisnya

Penutupan Selat Hormuz, lanjut Gunawan, akan memberikan sentimen negatif baru bagi pasar. Ada potensi peningkatan tekanan bagi IHSG dan Rupiah. Sementara, harga emas ditransaksikan turun dikisaran USD 3.360 per ons troy, atau sekitar Rp 1,79 juta per gram. "Karena selat Hormuz memiliki peran vital bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dunia," jelasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!