Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, DPR: Perkuat Cadangan Energi Strategis

Selasa, 24 Juni 2025 - 08:40 WIB
Ia mengatakan, harga minyak mentah Brent naik dari USD 65 per barrel menjadi USD 73 pada pertengahan Juni 2025. Bila Iran menutup selat ini, kata TB Hasanuddin, dapat dibayangkan harga minyak dan LNG ke depan. "Walaupun hingga saat ini kedua negara belum menargetkan serangan ke fasilitas-fasilitas migas, namun potensi serangan tetap ada dan ini merugikan suplai minyak mentah dunia," katanya.

Iran diketahui memiliki cadangan minyak nomor delapan di dunia dan cadangan gas nomor empat di dunia. Diperkirakan 3% suplai minyak mentah di dunia akan terganggu.

Sebagai negara importir minyak utama dari Timur Tengah, Indonesia diperkirakan akan terdampak baik dari segi pembengkakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada APBN, kenaikan harga BBM domestik, serta inflasi akibat tekanan terhadap daya beli masyarakat. Selain itu, ia menilai, Indonesia juga mengalami hambatan pasokan energi lain, yaitu LPG yang diimpor dari Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) yang melewati Selat Hormuz.

"Peningkatan biaya logistik juga akan terjadi jika Indonesia harus mencari jalur alternatif untuk suplai energi," tutur TB Hasanuddin.

Kendati demikian, TB Hasanuddin menyarankan sejumlah langkah strategis yang dapat ditempuh Indonesia dalam menyikapi kondisi ini. Salah satunya, diversifikasi sumber energi ke energi terbarukan, mengupayakan diplomasi energi dengan negara-negara di luar Teluk Persia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!