Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Mentah Bakal Jadi Berapa?
Selasa, 24 Juni 2025 - 15:26 WIB
"Meskipun ketegangan di Timur Tengah mungkin mereda dalam beberapa hari ke depan, harga minyak kemungkinan tidak akan kembali ke kisaran rendah USD60 yang sempat dicapai sebulan lalu," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Irak, Fuad Hussein mengatakan, harga minyak dunia dapat melonjak antara USD200 hingga USD300 per barel. Baca Juga: Perang Israel-Iran Pecah, Harga Minyak Mentah Mendidih Naik Tembus 5 Persen
"Jika operasi militer terjadi, yang secara signifikan akan meningkatkan tingkat inflasi di negara-negara Eropa dan mempersulit ekspor minyak bagi negara-negara penghasil seperti Irak," ungkap Fuad Hussein.
Penutupan Selat Hormuz, sebagai sebuah jalur transportasi utama, bisa "mengakibatkan hilangnya sekitar lima juta barel per hari dari pasokan minyak Teluk dan Irak di pasar global," ucap menteri luar negeri Irak itu.
Selat Hormuz menjadi jalur maritim paling krusial di mana sekitar 20% pasokan minyak dunia mengalir melewatinya.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Irak, Fuad Hussein mengatakan, harga minyak dunia dapat melonjak antara USD200 hingga USD300 per barel. Baca Juga: Perang Israel-Iran Pecah, Harga Minyak Mentah Mendidih Naik Tembus 5 Persen
"Jika operasi militer terjadi, yang secara signifikan akan meningkatkan tingkat inflasi di negara-negara Eropa dan mempersulit ekspor minyak bagi negara-negara penghasil seperti Irak," ungkap Fuad Hussein.
Penutupan Selat Hormuz, sebagai sebuah jalur transportasi utama, bisa "mengakibatkan hilangnya sekitar lima juta barel per hari dari pasokan minyak Teluk dan Irak di pasar global," ucap menteri luar negeri Irak itu.
Selat Hormuz menjadi jalur maritim paling krusial di mana sekitar 20% pasokan minyak dunia mengalir melewatinya.
(akr)
Lihat Juga :