Koin dan Uang Kertas Yuan Hampir Punah dari Kehidupan Sehari-hari di China

Senin, 30 Juni 2025 - 22:37 WIB
Dominasi WeChat dan Alipay menggerus peran layanan perbankan tradisional bagi banyak kaum muda Cina, yang seringkali hanya berinteraksi dengan bank untuk tugas seperti mendapatkan hipotek. Menanggapi hal ini, bank sentral China mempercepat pengembangan mata uang digital, yuan digital, dengan tujuan untuk mempertahankan kontrol moneter di tengah meningkatnya platform pembayaran swasta.

Program percobaan sudah dimulai pada beberapa kota sejak tahun 2019, dengan peluncuran aplikasi smartphone pada tahun 2022. Meskipun klaim tentang 260 juta akun yang dibuka, yuan digital masih belum mendominasi dalam kehidupan sehari-hari, terhalang oleh kenyamanan aplikasi yang ada.

Baca Juga: Gubernur Bank Sentral China: Yuan Stabil Jadi Kunci Stabilitas Keuangan Global

Upaya untuk mempromosikan yuan digital menghadapi tantangan, termasuk penangkapan Yao Qian pada tahun 2024, seorang mantan pejabat yang bertanggung jawab atas penelitian mata uang digital, dengan tuduhan korupsi yang melibatkan perusahaan teknologi.

Meski begitu, bank sentral China terus mendorong ekspansi global yuan digital, dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan mempromosikan sistem internasional multi-mata uang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!