Trump Ancam Tambah Tarif 10% ke Negara Sekutu BRICS, Berlaku Mulai 9 Juli
Senin, 07 Juli 2025 - 15:55 WIB
Ketegangan ini semakin memperuncing hubungan AS dengan BRICS, yang dalam deklarasi terakhirnya mendukung inisiatif sistem pembayaran lintas batas antaranggota dan mengutuk serangan terhadap infrastruktur sipil serta fasilitas nuklir damai di Iran.
Baca Juga: Uang Kertas BRICS Pecahan 200 Beredar Luas, Simbol atau Realita Ekonomi Baru?
China menanggapi kebijakan AS tersebut dengan kecaman. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyebut bahwa perang tarif hanya akan merugikan semua pihak dan bertentangan dengan semangat kerja sama internasional.
Ekonom senior AS, Larry Summers, memperingatkan bahwa tarif tinggi dapat memicu lonjakan inflasi. Namun, Gedung Putih menegaskan bahwa pendapatan dari tarif justru meningkat dan penciptaan lapangan kerja tetap tumbuh di bawah kepemimpinan Trump.
Ancaman Trump untuk mengenakan tarif tambahan juga terkait rencana BRICS membentuk mata uang bersama. Awal tahun ini, Trump mengisyaratkan tarif hingga 100% bagi negara yang mendukung gagasan tersebut, meski belum menjadi agenda resmi BRICS.
Baca Juga: Uang Kertas BRICS Pecahan 200 Beredar Luas, Simbol atau Realita Ekonomi Baru?
China menanggapi kebijakan AS tersebut dengan kecaman. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyebut bahwa perang tarif hanya akan merugikan semua pihak dan bertentangan dengan semangat kerja sama internasional.
Ekonom senior AS, Larry Summers, memperingatkan bahwa tarif tinggi dapat memicu lonjakan inflasi. Namun, Gedung Putih menegaskan bahwa pendapatan dari tarif justru meningkat dan penciptaan lapangan kerja tetap tumbuh di bawah kepemimpinan Trump.
Ancaman Trump untuk mengenakan tarif tambahan juga terkait rencana BRICS membentuk mata uang bersama. Awal tahun ini, Trump mengisyaratkan tarif hingga 100% bagi negara yang mendukung gagasan tersebut, meski belum menjadi agenda resmi BRICS.
(nng)
Lihat Juga :