Dihajar Tarif Trump, Jeep Tekor Rp44 Triliun

Selasa, 22 Juli 2025 - 17:19 WIB
Stellantis menyatakan, dampak awal dari tarif impor kendaraan AS telah menggerus kinerja perusahaan sebesar 300 juta euro dan menghambat upaya penyesuaian strategi bisnis di Amerika Utara. Tarif baru yang diberlakukan sebesar 25 persen dikenakan pada kendaraan impor yang tidak dirakit sebagian besar di kawasan Amerika Utara, membuat banyak produsen otomotif global, termasuk Stellantis, kesulitan untuk menyesuaikan rantai pasok mereka.

Perusahaan yang juga menaungi merek Peugeot, Citroen, dan Fiat ini jatuh ke dalam kerugian setelah mencatat biaya non-operasional sebesar 3,3 miliar euro. Biaya tersebut terutama berasal dari pembatalan sejumlah program, penurunan nilai aset platform produksi, serta dampak bersih dari regulasi baru AS yang menghapus penalti CAFE (Corporate Average Fuel Economy) dan biaya restrukturisasi.

Baca Juga: Negosiasi Dagang AS-China Memanas, Sasar Pembelian Minyak Rusia dan Iran

Perubahan kebijakan energi dan iklim yang diadopsi pemerintah AS belakangan ini juga memaksa banyak produsen otomotif global untuk melakukan penyesuaian besar, baik dalam investasi maupun struktur bisnis mereka.

Hingga saat ini, Stellantis belum merilis rincian strategi lanjutan untuk mengatasi tekanan di pasar AS. Namun, perusahaan menyatakan tengah mengkaji langkah-langkah restrukturisasi guna memulihkan profitabilitas pada paruh kedua tahun ini. Stellantis berkomitmen untuk mencari solusi yang efektif agar dapat kembali bersaing di pasar otomotif yang semakin ketat.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!