Aksi China Buang Dolar Terus Berlanjut, Sepanjang April Lepas Obligasi AS Rp133 Triliun
Rabu, 23 Juli 2025 - 15:24 WIB
Profesor ekonomi dari Universitas Shanghai, Xi Junyang, mengatakan kepada Global Times bahwa penurunan kepemilikan surat utang AS mencerminkan keinginan China untuk menyeimbangkan alokasi cadangan devisa.
"Aksi jual seperti ini kemungkinan akan terjadi secara rutin, mengingat tren pengurangan Treasury telah dimulai sejak 2022," ujarnya.
Baca Juga: Sosok Mimi Yuliana Maeloa, Cucu Miliarder Indonesia yang Beli Rumah Mewah Rp317,9 Miliar di Singapura
Menurut Xi, keputusan tersebut juga berlandaskan pada pertimbangan risiko geopolitik dan stabilitas jangka panjang. Ketergantungan berlebihan terhadap dolar AS dinilai tidak lagi menguntungkan bagi strategi keuangan jangka panjang negara.
Efek dari aksi pelepasan ini telah dirasakan di pasar global. Investor mulai mengalihkan portofolionya ke aset-aset non-dolar seperti emas dan mata uang regional. Gejolak di pasar keuangan pun diprediksi akan terus berlanjut selama ketegangan geopolitik dan perang dagang belum mereda.
"Aksi jual seperti ini kemungkinan akan terjadi secara rutin, mengingat tren pengurangan Treasury telah dimulai sejak 2022," ujarnya.
Baca Juga: Sosok Mimi Yuliana Maeloa, Cucu Miliarder Indonesia yang Beli Rumah Mewah Rp317,9 Miliar di Singapura
Menurut Xi, keputusan tersebut juga berlandaskan pada pertimbangan risiko geopolitik dan stabilitas jangka panjang. Ketergantungan berlebihan terhadap dolar AS dinilai tidak lagi menguntungkan bagi strategi keuangan jangka panjang negara.
Efek dari aksi pelepasan ini telah dirasakan di pasar global. Investor mulai mengalihkan portofolionya ke aset-aset non-dolar seperti emas dan mata uang regional. Gejolak di pasar keuangan pun diprediksi akan terus berlanjut selama ketegangan geopolitik dan perang dagang belum mereda.
(nng)
Lihat Juga :