14 Raksasa Otomotif Dunia Jadi Pesakitan Imbas Tarif Trump, Telan Kerugian Rp192,8 Triliun
Minggu, 10 Agustus 2025 - 12:53 WIB
Uni Eropa (UE) dan Jepang telah bernegosiasi mengenai pengurangan tarif dengan Washington. Menurut laporan, AS saat awalnya memberlakukan tarif sebesar 27,5% pada kendaraan yang dibuat di UE, namun Brussel berhasil mendorong untuk menurunkannya menjadi 15% sebagai balasan untuk memotong tarifnya sendiri sebesar 10% pada mobil Amerika.
Jepang mencapai kesepakatan serupa pada bulan Juli, mengurangi tarif AS pada kendaraannya menjadi 15% sebagai bagian dari kesepakatan bilateral yang lebih luas.
Sementara itu kerugian yang dilaporkan datang di tengah penurunan penjualan produsen mobil Barat di Eropa dan China, di bawah tekanan dari brand kendaraan listrik China yang tumbuh cepat. Pada paruh pertama tahun 2025, produsen China menggandakan pangsa pasar Eropa mereka menjadi 5,1%.
Baca Juga: Senjata Makan Tuan, Tarif Impor Bikin Kekayaan Trump Tergerus Rp8,3 Triliun
Pada saat yang sama di China, penjualan Porsche turun 28%, memicu penutupan dealer. GM dan lainnya juga melaporkan kerugian akibat permintaan yang menyusut. Di tengah pekan kemarin, pemerintahan Trump memperluas rezim tarif lebih lanjut, dengan mengenakan tarif baru dan tambahan pada hampir 70 negara lainnya, termasuk Inggris, Swiss, Brasil, India, dan Taiwan.
Jepang mencapai kesepakatan serupa pada bulan Juli, mengurangi tarif AS pada kendaraannya menjadi 15% sebagai bagian dari kesepakatan bilateral yang lebih luas.
Sementara itu kerugian yang dilaporkan datang di tengah penurunan penjualan produsen mobil Barat di Eropa dan China, di bawah tekanan dari brand kendaraan listrik China yang tumbuh cepat. Pada paruh pertama tahun 2025, produsen China menggandakan pangsa pasar Eropa mereka menjadi 5,1%.
Baca Juga: Senjata Makan Tuan, Tarif Impor Bikin Kekayaan Trump Tergerus Rp8,3 Triliun
Pada saat yang sama di China, penjualan Porsche turun 28%, memicu penutupan dealer. GM dan lainnya juga melaporkan kerugian akibat permintaan yang menyusut. Di tengah pekan kemarin, pemerintahan Trump memperluas rezim tarif lebih lanjut, dengan mengenakan tarif baru dan tambahan pada hampir 70 negara lainnya, termasuk Inggris, Swiss, Brasil, India, dan Taiwan.
(akr)
Lihat Juga :