Hadapi Krisis, Bank Mandiri Perkuat Digital Banking

Kamis, 10 September 2020 - 23:23 WIB
Baca Juga: Kabar Baik! RI Bakal Produksi Avigan Buat Ngobatin Pasien Corona

Untuk mengantisipasi potensi krisis yang lebih dalam akibat pandemi, Bank Mandiri membangun platform big data sebagai Enterprise Information & Decision Platform.Dalam platform ini, Bank Mandiri membuat tiga fokus utama, yaitu memantau likuiditas dan transaksi harian di 2.564 kantor cabang dan 1.748 jaringan mikro secara real-time. Pemantauan ini untuk mempertahankan pelayanan terbaik bagi nasabah dan menjaga agar transaksi tertata dengan baik. Data perubahan zona paparan Covid-19 juga dapat diketahui secara mudah dengan menggunakan platform big data ini.

"Dengan demikian, keputusan tentang operasional cabang, penyampaian informasi kepada para nasabah, serta laporan ke para pemangku kepentingan, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa semakin cepat," ujar Hery. Baca Juga: Ketua Satgas PEN: Komandan Covid Seharusnya Bukan Pengusaha Tapi Ahli Kesehatan

Fokus berikutnya adalah memantau status kesehatan 76.477 pegawai yang bekerja di 12 kantor regional, 90 kantor wilayah, dan 2.564 kantor cabang setiap hari. Hanya dalam hitungan jam, lanjut Hery, dasbor pada platform ini dapat menentukan karyawan berisiko terpapar Covid-19 atau tidak dengan pengelolaan data terkait lokasi kerja (kantor atau rumah), jenis transportasi yang digunakan, maupun pola pergerakan mereka setiap hari.

Melalui informasi ini, Bank Mandiri dapat mengambil keputusan berbasis data mengenai pengaturan tim dan meminimalisir risiko ribuan karyawannya terpapar Covid-19. Bank Mandiri juga fokus mempercepat proses restrukturisasi pinjaman. Pada fokus ini, Bank Mandiri dapat mempertahankan service level agreement dengan para nasabah dan membangun analisis yang dapat mempercepat proses restrukturisasi pinjaman.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!