Pertumbuhan Kredit Melambat, Tanda Perekonomian Belum Pulih?

Rabu, 20 Agustus 2025 - 16:20 WIB
Di sisi lain, kredit investasi justru mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi, mencapai 12,42 persen yoy. Hal ini sejalan dengan peningkatan aktivitas investasi di berbagai sektor ekonomi.

Untuk pembiayaan syariah, pertumbuhan tercatat sebesar 8,31 persen yoy, menunjukkan penerimaan yang baik terhadap model pembiayaan ini. Meski demikian, pertumbuhan kredit bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menjadi sorotan, dengan angka yang relatif rendah yakni 1,82 persen yoy.

Baca Juga: Breaking! BI Pangkas Suku Bunga Acuan 25 Bps Jadi 5,00%

Dari sisi penawaran, Perry menguraikan bahwa meskipun Bank Indonesia telah melakukan pelonggaran kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga dan melonggarkan likuiditas, perbankan masih menunjukkan sikap kehati-hatian. Indikasi ini terlihat dari meningkatnya standar penyaluran kredit oleh bank.

Alih-alih menggenjot penyaluran kredit secara agresif, perbankan cenderung memilih menempatkan kelebihan likuiditas yang mereka miliki pada instrumen surat-surat berharga, yang dianggap lebih aman dan stabil. "Perbankan lebih memilih menempatkan kelebihan likuiditasnya pada instrumen surat-surat berharga," jelas Perry.

Likuiditas perbankan sendiri ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencatat kenaikan sebesar 7 persen yoy pada Juli 2025. Peningkatan DPK ini didorong oleh ekspansi keuangan pemerintah, yang pada gilirannya memperkuat ruang likuiditas di industri perbankan nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!