Pemilihan Mitra KSO Diminta Hati-hati, Produktivitas Sawit Jadi Taruhan

Senin, 25 Agustus 2025 - 08:19 WIB
Kehati-hatian menjadi kunci dalam menentukan mitra kerja sama operasi (KSO) pengelolaan kebun sawit sitaan negara. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Kehati-hatian menjadi kunci bagi PT Agrinas Palma Nusantara dalam menentukan mitra kerja sama operasi (KSO) pengelolaan kebun sawit sitaan negara. Sebab, keputusan yang salah dalam memilik mitra bisa berimbas fatal terhadap produksi sawit secara nasional dan berdampak langsung pada program strategis pemerintah, terutama pemenuhan kebutuhan biodiesel.

Pakar hukum kehutanan Dr. Sadino mengatakan mitra yang dipilih tidak boleh hanya mengejar keuntungan sesaat, tetapi harus benar-benar memahami tata kelola perkebunan sawit yang berkelanjutan. "Perkebunan sawit memerlukan mitra yang tidak hanya bisa memanen tandan buah segar (TBS), tetapi juga mengerti bagaimana mengelola kebun dengan baik. Perawatan yang ketat menjadi kunci agar produktivitas sawit tetap terjaga," jelas Sadino dalam keterangannya.



Menurutnya, dampak jangka panjang bisa sangat serius jika operator KSO hanya fokus pada panen tanpa perawatan standar. "Produksi pasti akan turun. TBS yang baik hanya bisa dihasilkan dari penerapan agronomi yang benar pada setiap tahap. Kalau mitranya tidak paham, kebun justru akan hancur," kata dosen Universitas Al-Azhar Indonesia ini.

Baca Juga: 4 Perusahaan Disegel karena Karhutla, PT TMP: Di Luar HGU dan Operasional Kami

Sadino menambahkan, jika pengelolaan kebun sawit rusak, maka program strategis nasional seperti biodiesel juga terancam. “Saat ini kebun-kebun yang diserahkan kepada Agrinas berada di lokasi terpencar, bahkan ada yang belum clear secara hukum. Kondisi ini menuntut penanganan yang benar-benar cermat,’’ ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!