Bukti Transfer Bank Palsu Pakai AI Kian Marak, Nasabah Diminta Hati-hati
Jum'at, 05 September 2025 - 21:00 WIB
Baca Juga: Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Cek 22 Daftar Terbaru
Tak berhenti di situ, Friderica menjelaskan, sebagian besar penipuan dengan berbasis teknologi masuk dalam kategori social engineering dan peretasan akun.
Kiki merinci bahwa pelaku berpura-pura menjadi pihak lain, termasuk customer service lembaga keuangan, travel agent, internet provider, bahkan lembaga pemerintah, dengan tujuan memperoleh data pribadi masyarakat.
"Pelaku sering meminta informasi sehingga akhirnya masyarakat secara sukarela memberikan PIN dan OTP mereka," ujarnya.
Sepanjang Agustus 2025, OJK mencatat ada tiga aduan khusus terkait penggunaan AI dalam penipuan. Kasus tersebut meliputi penagihan dengan ancaman penyebaran foto yang telah diedit menggunakan AI serta penyalahgunaan data pribadi untuk pembukaan rekening.
Tak berhenti di situ, Friderica menjelaskan, sebagian besar penipuan dengan berbasis teknologi masuk dalam kategori social engineering dan peretasan akun.
Kiki merinci bahwa pelaku berpura-pura menjadi pihak lain, termasuk customer service lembaga keuangan, travel agent, internet provider, bahkan lembaga pemerintah, dengan tujuan memperoleh data pribadi masyarakat.
"Pelaku sering meminta informasi sehingga akhirnya masyarakat secara sukarela memberikan PIN dan OTP mereka," ujarnya.
Sepanjang Agustus 2025, OJK mencatat ada tiga aduan khusus terkait penggunaan AI dalam penipuan. Kasus tersebut meliputi penagihan dengan ancaman penyebaran foto yang telah diedit menggunakan AI serta penyalahgunaan data pribadi untuk pembukaan rekening.
Lihat Juga :