Apakah BRICS Bakal Berkembang Pesat di Tengah Intimidasi AS?

Sabtu, 06 September 2025 - 20:00 WIB
India telah mulai melonggarkan hubungan dengan China, termasuk membuka kembali penerbangan langsung, melonggarkan visa, dan meningkatkan diskusi perdagangan. Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa kecurigaan India terhadap ambisi China, termasuk kedekatannya dengan Pakistan dan proyek bendungan di Tibet, masih bisa menghambat penguatan BRICS di masa depan.

Brasil juga memperdalam hubungan dagang dengan China, mitra terbesar ekspornya, sementara lebih dari 90 persen perdagangan Rusia–China kini dilakukan dengan yuan dan rubel. Afrika Selatan, di sisi lain, menegaskan tidak akan mundur dari komitmennya dalam BRICS meski menghadapi tekanan dari Washington.

Baca Juga: Legenda Fesyen Giorgio Armani Meninggal, Tinggalkan Warisan Rp198 Triliun tapi Tak Punya Anak

Meski perdagangan antarnegara BRICS meningkat lebih cepat dibandingkan dengan G7, hubungan tersebut masih diwarnai hambatan tarif dan perbedaan kepentingan nasional. Namun, riset Boston Consulting Group menunjukkan tanda-tanda penguatan, termasuk rencana pembentukan zona perdagangan bebas BRICS, dukungan pada reformasi WTO, hingga meningkatnya investasi lintas anggota.

Srivastava menyimpulkan, BRICS bukanlah wadah persatuan sempurna, melainkan forum pragmatis untuk memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, keuangan, dan rantai pasok. Dengan tekanan eksternal dari Washington, kelompok ini berpotensi semakin memperkuat perannya di kancah global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!