5 Gebrakan Purbaya Dua Minggu Jadi Menkeu Gantikan Sri Mulyani
Selasa, 23 September 2025 - 09:19 WIB
2. Insentif Tarik Dolar WNI dari Luar Negeri
Purbaya juga fokus mendorong pasokan dolar ke dalam negeri. Ia menyatakan pemerintah sedang merancang skema insentif market based untuk menarik kembali dolar milik masyarakat Indonesia yang disimpan di luar negeri.
Rencananya, pemilik simpanan dolar akan mendapat insentif menarik agar lebih memilih menempatkan dananya di bank dalam negeri. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa nasional dan menambah pasokan dolar di sistem perbankan domestik.
Purbaya menjelaskan setiap bulan masih banyak warga yang mengirim dolar keluar negeri, terutama ke negara-negara tetangga. Dengan insentif yang tepat, orang tidak perlu "capek-capek mengirim dolar ke luar, melainkan tetap menyalurkannya di dalam negeri.
Baca Juga: Gebrakan Baru Purbaya Bakal Kurangi Subsidi Listrik Tanpa Naikkan Tarif, Gimana Caranya?
Menurutnya, menjaga agar aliran dana masuk ke Indonesia tidak keluar kembali akan membuat cadangan devisa lebih besar dan perbankan memiliki suplai dolar lebih banyak lagi.
3. Penagihan Penunggak Pajak
Purbaya menegaskan akan mengejar para wajib pajak besar yang belum melunasi tunggakan kewajibannya. Ia mengungkapkan Kementerian Keuangan telah mengantongi daftar 200 penunggak pajak besar yang kasusnya sudah incracht (berkekuatan hukum) dengan total tagihan mencapai Rp50–60 triliun.
Dalam konferensi pers APBN KiTa 22 September 2025, Purbaya mengatakan dalam waktu dekat Kemenkeu akan menagih utang tersebut secara tegas. "Akan kita kejar dan eksekusi, mereka nggak akan bisa lari."
Dengan menagih tunggakan pajak ini, pemerintah berharap memperoleh tambahan penerimaan negara tanpa harus menaikkan tarif pajak. Upaya ini melengkapi strategi fiskal Purbaya yang berfokus meningkatkan pendapatan melalui peningkatan kepatuhan, bukan penambahan beban pajak baru.
Purbaya juga fokus mendorong pasokan dolar ke dalam negeri. Ia menyatakan pemerintah sedang merancang skema insentif market based untuk menarik kembali dolar milik masyarakat Indonesia yang disimpan di luar negeri.
Rencananya, pemilik simpanan dolar akan mendapat insentif menarik agar lebih memilih menempatkan dananya di bank dalam negeri. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa nasional dan menambah pasokan dolar di sistem perbankan domestik.
Purbaya menjelaskan setiap bulan masih banyak warga yang mengirim dolar keluar negeri, terutama ke negara-negara tetangga. Dengan insentif yang tepat, orang tidak perlu "capek-capek mengirim dolar ke luar, melainkan tetap menyalurkannya di dalam negeri.
Baca Juga: Gebrakan Baru Purbaya Bakal Kurangi Subsidi Listrik Tanpa Naikkan Tarif, Gimana Caranya?
Menurutnya, menjaga agar aliran dana masuk ke Indonesia tidak keluar kembali akan membuat cadangan devisa lebih besar dan perbankan memiliki suplai dolar lebih banyak lagi.
3. Penagihan Penunggak Pajak
Purbaya menegaskan akan mengejar para wajib pajak besar yang belum melunasi tunggakan kewajibannya. Ia mengungkapkan Kementerian Keuangan telah mengantongi daftar 200 penunggak pajak besar yang kasusnya sudah incracht (berkekuatan hukum) dengan total tagihan mencapai Rp50–60 triliun.
Dalam konferensi pers APBN KiTa 22 September 2025, Purbaya mengatakan dalam waktu dekat Kemenkeu akan menagih utang tersebut secara tegas. "Akan kita kejar dan eksekusi, mereka nggak akan bisa lari."
Dengan menagih tunggakan pajak ini, pemerintah berharap memperoleh tambahan penerimaan negara tanpa harus menaikkan tarif pajak. Upaya ini melengkapi strategi fiskal Purbaya yang berfokus meningkatkan pendapatan melalui peningkatan kepatuhan, bukan penambahan beban pajak baru.
Lihat Juga :