Dorong Ekspor dari Kawasan Berikat, Bea Cukai Pastikan Pengawasan Transparan

Kamis, 25 September 2025 - 14:42 WIB
Mendukung hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB), Iwa Koswara, menilai kawasan berikat sebagai instrumen penting bagi industri. Menurutnya, fasilitas ini tidak hanya memberikan efisiensi, tetapi juga menghadirkan kepastian usaha melalui sistem pengawasan yang transparan. Baca juga: Fasilitas Kawasan Berikat Menyokong Geliat Ekonomi Rakyat

“Perusahaan penerima fasilitas juga wajib memenuhi persyaratan yang ketat, mulai dari kesiapan administrasi hingga infrastruktur teknologi informasi. Dengan pengelolaan yang akuntabel dan dukungan teknologi, kawasan berikat akan menjadi motor penggerak pertumbuhan industri ekspor Indonesia,” jelasnya.

Menambahkan perspektif lokal, Kepala Kantor Bea Cukai Cirebon, Abdul Rasyid, menyoroti kontribusi signifikan fasilitas Kawasan Berikat terhadap perekonomian wilayah Ciayumajakuning. Hingga September 2025, jumlah perusahaan penerima fasilitas meningkat hampir 77% dibanding 2022 dengan industri sepatu mendominasi dan mencatat devisa ekspor lebih dari Rp15 triliun, sekaligus menyerap lebih dari 112.000 tenaga kerja serta memicu tumbuhnya sektor usaha pendukung di sekitar kawasan industri.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!