Indonesia Kaya Mineral Kritis, Sumbangan Investasi Tembus Rp193,8 Triliun

Kamis, 25 September 2025 - 20:06 WIB
Ia menambahkan, hilirisasi menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung transisi energi. Strategi tersebut ujarnya, dilakukan melalui dua fase, yaitu optimalisasi komoditas non-terbarukan serta pengembangan rantai pasok industri energi terbarukan seperti kendaraan listrik, baterai, dan panel surya.

Data Kementerian Investasi mencatat realisasi investasi di sektor hilirisasi pada semester I 2025 mencapai Rp280,8 triliun, naik 54,8% dibanding periode sama tahun sebelumnya.Dari jumlah tersebut, sektor mineral menyumbang Rp193,8 triliun, terutama dari komoditas nikel, tembaga, dan bauksit.

Todotua menekankan kolaborasi dalam hilirisasi mineral tidak hanya akan memperkuat rantai pasok global, tetapi juga mendorong keberlanjutan serta menciptakan peluang baru bagi generasi mendatang. Baca Juga: Barat Waswas China Lirik Tambang Tungsten di Vietnam, Apa Sebabnya?

“Bersama-sama, kita dapat membangun masa depan dengan kemakmuran bersama,” katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!