Disindir Purbaya, Pengamat Ungkap Alasan Pertamina Malas Bangun Kilang

Minggu, 05 Oktober 2025 - 09:10 WIB
Lebih jauh, pengamat menyoroti risiko kelebihan kapasitas kilang di tengah tren global menuju transisi energi. Menurutnya, proyeksi kebutuhan BBM Indonesia pada 2030-2050 harus ditinjau ulang, mengingat pertumbuhan kendaraan listrik dan hibrida yang kian pesat.

"Kalau bangun kilang sekarang, misalnya baru selesai tahun 2029, kilang itu harus beroperasi minimal 30 tahun untuk balik modal. Bayangkan kalau dalam periode itu permintaan BBM turun drastis akibat elektrifikasi transportasi. Kalau begitu kan malah rugi, masalah nanti, ini yang perlu dibahas," tambahnya.

Baca Juga: Alasan 3 SPBU Asing Batal Beli BBM, Pertamina Buka Suara Soal Kandungan Etanol

Oleh karena itu, ia menilai strategi pembangunan kilang sebaiknya tidak semata-mata dikaitkan dengan ketahanan energi. Pemerintah juga perlu realistis menilai potensi produksi minyak domestik dan tren konsumsi energi ke depan.

"Target produksi 1 juta barel per hari yang dicanangkan sejak era Jokowi sepertinya sulit tercapai. Ladang minyak baru juga jarang ditemukan, sementara temuan eksplorasi belakangan lebih banyak berupa gas. Jadi harus jujur, apakah memang bangun kilang itu solusi jangka panjang atau justru beban," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!