Leadership Jelek, Presiden Prabowo Diminta Evaluasi Kinerja Bahlil

Minggu, 12 Oktober 2025 - 19:35 WIB
Menurut dia lifting minyak menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Juni 2025, lifting minyak tercatat sebesar 608.000 barel per hari hanya sedikit di atas target APBN sebesar 605.000 barel per hari. Namun, capaian tersebut tidak mencerminkan keberhasilan karena target tersebut sudah diturunkan dari tahun ke tahun.

Target lifting minyak sempat ditetapkan 703.000 barel per hari pada 2022, lalu turun menjadi 660.000 barel per hari pada 2023, kemudian 635.000 barel per hari pada 2024, dan kini kembali terkoreksi menjadi 605.000 barel per hari.

"Kalau kemudian targetnya tinggi, sesuai dengan target yang dicanangkan pemerintah, lalu kemudian bisa dicapai, nah itu baru kita angkat topi. Lifting capai target APBN karena target yang ditetapkan rendah, kalau mencapai target rendah bukan prestasi," katanya.

Dia mengatakan menurunnya lifting minyak tidak semata soal teknis, tetapi menggambarkan mandeknya investasi di sektor hulu migas. Ia menilai sejumlah kebijakan Menteri ESDM justru memperburuk iklim investasi, termasuk kebijakan pembatasan kuota impor BBM oleh operator SPBU swasta yang menambah beban biaya pelaku usaha.

"Akhirnya kan lebih baik mereka keluar dari Indonesia, dan itu akan terjadi. Shell sudah bilang mereka hengkang dari Indonesia awal tahun depan," ujar dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!