Petani Mulai Tanam Tebu, DPR Dorong Ada Perbaikan Ekosistem Gula

Rabu, 17 Desember 2025 - 18:37 WIB
Ketika produktivitas meningkat, penataan di tata niaga gula akan bisa dijalankan lebih efektif. Gula hasil produksi petani nasional akan semakin berdaya saing baik dari sisi harga maupun kualitas. Begitu juga dari sisi jumlah produksi.

”Jadi solusinya tidak tambal sulam seperti sekarang. Ketika daya saing kita meningkat, secara natural seharusnya tidak lagi ketergantungan terhadap impor. Tapi yang terpenting, kita punya ekosistem dan tata niaga gula yang jelas sehingga petani juga lebih bersemangat karena ada kepastian,” ucapnya.

Belajar dari musim panen dan giling gula 2025, ketidakpastian produksi dan serapan gula nasional sempat membuat para petani tebu nasional resah. Di Jawa Timur saja, puluhan ribu petani tebu ancam mogok tidak ingin menanam kembali akibat persoalan ini. Baca juga: Jurus Memutus Kemandekan Produksi Gula

Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Sundari Edy Sukamto mengatakan petani tebu banyak mengalami kerugian pada musim giling 2025. Pihaknya berharap industri gula nasional menjadi lebih baik supaya persoalan serupa tidak terulang.

”Sehingga persoalan-persoalan seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari, dan petani memiliki kepastian dan semakin bergairah menanam tebu di musim berikutnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, baru-baru ini.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!