Kinerja Operasional Solid 2025, MNC Energy Investments Siap Akselerasi Produksi di 2026

Jum'at, 09 Januari 2026 - 13:17 WIB
Target produksi tahun 2026 bersifat indikatif, sesuai dengan pengajuan RKAB ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (menunggu persetujuan). Target ini ditopang oleh fundamental operasional IATA yang solid berupa cadangan batubara yang signifikan, infrastruktur terintegrasi, serta kesiapan logistik dan fasilitas pendukung di seluruh area operasional.

IUP-OP APE

Memiliki cadangan batu bara sebesar 222 juta MT (GAR 3.100-3.300). Terdapat jalan hauling pit-to-port sepanjang +10 km, tidak bersinggungan dengan jalan umum, serta terpasang geotekstil dan perkerasan batu split secara menyeluruh.

Memiliki 2 jetty manual dengan kapasitas 10.000 MT/hari, serta akan segera memulai konstruksi Barge Loading Conveyor (BLC) 4 feeder berkapasitas 40.000 MT/hari. Kapasitas pelabuhan eksisting mencapai 250.000 MT/bulan dan akan dinaikan menjadi 1.200.000 MT/bulan.

Kegiatan operasional diperkuat dukungan tongkang milik PT Karya Pacific Investama, selaku pemegang saham IATA. Bekerja sama dengan kontraktor PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) dengan nilai kontrak Rp5 triliun dan sudah 1st digging pada awal Januari 2026.

IUP-OP IBPE

Memiliki cadangan batu bara sebesar 25 juta MT (GAR 3.151-3.344). Terdapat jalan hauling pit-to-port sepanjang ±3.5 km dan tidak bersinggungan dengan jalan umum. IUP-OP IBPE menggunakan pelabuhan yang sama dengan IUP-OP PMC.

IUP-OP PMC

Memiliki cadangan batu bara sebesar 54,8 juta MT (GAR 2.700-3.547). Terdapat jalan hauling pit-to-port sepanjang ±17 km, tidak bersinggungan dengan jalan umum dan 100% jalan dalam kondisi all weather roads.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!