Rupiah Ambruk tapi IHSG dan Emas Cetak Rekor, Ada Apa?

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:45 WIB
Dari eksternal, sentimen global dibayangi ancaman tarif baru oleh Presiden AS Donald Trump. Rencana pengenaan tarif 10 persen mulai 1 Februari terhadap delapan negara Eropa, termasuk Jerman, Prancis, dan Inggris, dinilai menambah tekanan, dengan potensi kenaikan tarif hingga 25 persen pada pertengahan tahun jika negosiasi gagal.

Di tengah tekanan pada rupiah, IHSG justru menunjukkan kinerja berlawanan arah dengan menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) secara intraday di level 9.174. Pada penutupan sesi pertama, IHSG menguat 0,24 persen ke posisi 9.155,41 dengan nilai transaksi mencapai Rp15,91 triliun.

Baca Juga: Ringgit Mata Uang Paling Kuat di Asia, Rupiah 3 Terlemah

Sejalan dengan itu, harga emas Antam turut mencetak rekor baru di level Rp2.705.000 per gram, naik Rp2.000 dibandingkan hari sebelumnya. Harga buyback emas juga meningkat menjadi Rp2.546.000 per gram, didorong meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai di tengah ketegangan geopolitik dan kebijakan tarif AS.

Pelaku pasar kini menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 20–21 Januari 2026. Sejumlah analis memperkirakan bank sentral akan menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global yang masih tinggi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!