Tarif AS ke Mitra Dagang Iran Rusak Perdagangan Global, India dan China Berang

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:01 WIB
Dia secara tegas menolak kebijakan tersebut. Protes resmi disampaikan Jaishankar saat pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Polandia, Radosław Sikorski, di Warsaw, Senin (19/1).

Jaishankar mengeluhkan bahwa India telah terkena tarif 50% dari AS akibat pembelian minyak dari Rusia. Pemberlakuan tarif tambahan terkait Iran, menurutnya, hanya akan semakin memberatkan beban ekspor India. The Print melaporkan, kekhawatiran India tidak hanya pada tarif, tetapi juga tekanan Barat terkait pembelian energi. Penolakan juga datang dari China, yang merupakan pembeli 90% minyak Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menegaskan sikap negaranya. "Perang tarif tidak ada pemenang." Sementara itu, respons dari negara-negara target lainnya, seperti Turki dan Uni Emirat Arab (UEA), masih dinantikan.

Merusak Rantai Pasok Global

Kebijakan Trump ini diprediksi akan merusak rantai pasok global, khususnya di sektor manufaktur. Negara-negara target seperti China, India, Turki, dan UEA memiliki industri otomotif bernilai ratusan miliar dolar AS, yang tetap menjalin perdagangan dengan Iran.

Baca Juga: Murka Soal Greenland, Pejabat NATO Tolak Berbagi Intelijen dengan AS
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!