Wamen Viva Yoga Dorong Bali jadi Pusat Riset dan Budidaya Bambu Dunia

Senin, 02 Februari 2026 - 21:19 WIB
Lebih jauh, Viva Yoga mengungkapkan potensi hilirisasi bambu yang kini telah merambah sektor tekstil melalui teknologi serat bambu (fiber bamboo). Berdasarkan presentasi delegasi Promosi Perdagangan Indonesia-Guangdong (PPIG), varietas tertentu seperti reed bamboo dapat diolah menjadi bahan pakaian berkualitas tinggi seperti kaos, jaket, hingga kaos kaki yang memiliki keunggulan dibanding bahan konvensional.

Baca Juga: Panen Raya Padi di Telang, Wamen Viva Yoga: Kawasan Transmigrasi Berkontribusi Menjadi Lumbung Pangan

Selain sektor industri kreatif, bambu varietas tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak berkualitas dan memiliki kemampuan signifikan dalam mereduksi emisi karbon dioksida. Potensi ini menempatkan bambu sebagai komoditas strategis dalam pasar karbon global yang memiliki nilai jual tinggi sekaligus menjaga kelestarian alam secara jangka panjang.

Kementerian Transmigrasi berkomitmen untuk terus memperluas budidaya berbagai varietas bambu di lahan-lahan transmigrasi sebagai upaya percepatan kesejahteraan warga. "Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, pohonnya juga mampu menjaga dan melestarikan alam," pungkas Viva Yoga menutup rangkaian kunjungan tersebut.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!