Gurita Bisnis Moody's dan MSCI, Benarkah Dikendalikan Bankir Dunia?
Jum'at, 06 Februari 2026 - 19:52 WIB
Serupa dengan Moody's, MSCI Inc. (MSCI) juga merupakan entitas publik yang sahamnya didominasi oleh Vanguard Group (11,41-12,87%), BlackRock (7.66-7.81%), dan State Street (4,15-4,42%). Struktur ini jamak ditemukan pada perusahaan-perusahaan besar dalam indeks S&P 500, yang membuktikan tidak adanya dominasi tunggal dari kelompok perbankan tertentu.
Pengaruh masif Moody's dan MSCI di kalangan investor muncul karena kapasitas mereka dalam menerbitkan peringkat kredit dan indeks saham yang menjadi tolok ukur investasi global. Rating mereka memang mampu menaikkan atau menurunkan biaya pinjaman sebuah negara atau korporasi, namun kekuatan ini lahir dari kepercayaan pasar dan regulasi, bukan melalui kendali langsung secara sepihak.
Sejarah mencatat lembaga pemeringkat kredit seperti Moody's pernah mengalami tekanan pengaruh dari klien perbankan saat krisis finansial 2008. Namun, saat ini pengawasan ketat dari otoritas publik dan statusnya sebagai perusahaan terbuka membuat ruang gerak untuk manipulasi terselubung menjadi sangat terbatas.
Mengenai peran manajer aset seperti BlackRock yang kerap disebut "mengendalikan segalanya" data tahun 2026 menunjukkan perusahaan ini mengelola aset sekitar USD10-USD11 triliun. Meski skalanya fantastis, dana tersebut bukanlah milik pribadi perusahaan, melainkan milik klien yang dikelola dengan tanggung jawab fidusia.
BlackRock menggunakan platform analisis risiko bernama Aladdin yang memantau aset senilai USD21 triliun untuk memberikan wawasan pasar bagi para penggunanya. Namun, pengaruh yang dimiliki BlackRock lebih banyak disalurkan melalui hak suara saham (voting rights) pada perusahaan portofolio, khususnya dalam isu tata kelola perusahaan (governance).
Pengaruh masif Moody's dan MSCI di kalangan investor muncul karena kapasitas mereka dalam menerbitkan peringkat kredit dan indeks saham yang menjadi tolok ukur investasi global. Rating mereka memang mampu menaikkan atau menurunkan biaya pinjaman sebuah negara atau korporasi, namun kekuatan ini lahir dari kepercayaan pasar dan regulasi, bukan melalui kendali langsung secara sepihak.
Sejarah mencatat lembaga pemeringkat kredit seperti Moody's pernah mengalami tekanan pengaruh dari klien perbankan saat krisis finansial 2008. Namun, saat ini pengawasan ketat dari otoritas publik dan statusnya sebagai perusahaan terbuka membuat ruang gerak untuk manipulasi terselubung menjadi sangat terbatas.
Mengenai peran manajer aset seperti BlackRock yang kerap disebut "mengendalikan segalanya" data tahun 2026 menunjukkan perusahaan ini mengelola aset sekitar USD10-USD11 triliun. Meski skalanya fantastis, dana tersebut bukanlah milik pribadi perusahaan, melainkan milik klien yang dikelola dengan tanggung jawab fidusia.
BlackRock menggunakan platform analisis risiko bernama Aladdin yang memantau aset senilai USD21 triliun untuk memberikan wawasan pasar bagi para penggunanya. Namun, pengaruh yang dimiliki BlackRock lebih banyak disalurkan melalui hak suara saham (voting rights) pada perusahaan portofolio, khususnya dalam isu tata kelola perusahaan (governance).
Lihat Juga :