Program MBG Dinilai Penting saat Ekonomi Bergejolak
Jum'at, 06 Februari 2026 - 22:13 WIB
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis untuk Lansia dan Disabilitas Dimatangkan, Kapan Dimulai?
Menurut Fakhrido, program gizi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makan, tetapi juga memengaruhi kemampuan kognitif dan daya saing generasi mendatang. Ia menilai fondasi gizi yang kuat sejak usia dini menjadi prasyarat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mencapai target pembangunan manusia menuju Indonesia Emas 2045. "Jika kita punya jalan tol yang luas tapi manusianya tidak berkualitas, bagaimana kita mau bersaing di 2045? Indonesia Emas adalah tentang pembangunan manusia," tambahnya.
Meski demikian, ia mendorong pemerintah meningkatkan efisiensi anggaran dan tata kelola program melalui evaluasi berbasis data. Studi dampak dinilai penting untuk mengukur efektivitas MBG terhadap kehadiran siswa, peningkatan kualitas belajar, serta dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Baca Juga: BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG
Pandangan serupa disampaikan pakar kesehatan dr. Rita Ramayulis yang menilai MBG sebagai solusi konkret untuk mendekatkan akses anak terhadap makanan bergizi. Selain meningkatkan kualitas gizi, program ini juga dinilai berpotensi menggerakkan ekonomi melalui pemanfaatan bahan pangan lokal. "Kehadiran program MBG ini sebenarnya untuk mendekatkan dan memudahkan akses ke makanan bergizi," ujarnya.
Menurut Fakhrido, program gizi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makan, tetapi juga memengaruhi kemampuan kognitif dan daya saing generasi mendatang. Ia menilai fondasi gizi yang kuat sejak usia dini menjadi prasyarat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mencapai target pembangunan manusia menuju Indonesia Emas 2045. "Jika kita punya jalan tol yang luas tapi manusianya tidak berkualitas, bagaimana kita mau bersaing di 2045? Indonesia Emas adalah tentang pembangunan manusia," tambahnya.
Meski demikian, ia mendorong pemerintah meningkatkan efisiensi anggaran dan tata kelola program melalui evaluasi berbasis data. Studi dampak dinilai penting untuk mengukur efektivitas MBG terhadap kehadiran siswa, peningkatan kualitas belajar, serta dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Baca Juga: BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG
Pandangan serupa disampaikan pakar kesehatan dr. Rita Ramayulis yang menilai MBG sebagai solusi konkret untuk mendekatkan akses anak terhadap makanan bergizi. Selain meningkatkan kualitas gizi, program ini juga dinilai berpotensi menggerakkan ekonomi melalui pemanfaatan bahan pangan lokal. "Kehadiran program MBG ini sebenarnya untuk mendekatkan dan memudahkan akses ke makanan bergizi," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :