Mengapa Toko Fisik Tetap Relevan di Tengah Pertumbuhan E-Commerce? Ini Alasannya
Rabu, 25 Februari 2026 - 14:38 WIB
Temuan survei Kurious dari Katadata Insight Center (KIC) menunjukkan, masih banyak konsumen Indonesia yang membeli handphone di toko fisik resmi ketimbang di e-commerce. Persentasenya mencapai 59,3%.
Jika dulu toko fisik identik dengan rak-rak penuh produk, hari ini perannya jauh lebih beragam. Beberapa pelaku usaha memanfaatkan toko fisik sebagai lokasi di mana konsumen dapat memastikan pilihan mereka setelah berinteraksi secara digital serta menggunakan toko fisik sebagai ruang konfirmasi sebelum menyelesaikan transaksi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan cara pandang: offline tidak lagi berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari satu sistem yang lebih besar.
Ketika Offline dan Online Tidak Dipisahkan
Sebelum istilah omnichannel dan hybrid commerce ramai digunakan, sejumlah bisnis lokal di Indonesia sebenarnya sudah menjalankan pendekatan ini secara intuitif. Mereka tidak memandang online dan offline sebagai dua kanal yang saling bersaing, melainkan sebagai satu alur yang saling melengkapi.
JakartaNotebook (Jaknot), yang berdiri sejak 1999, menjadi salah satu contoh menarik dari pendekatan tersebut. Di saat e-commerce belum berkembang seperti sekarang, Jaknot membangun sistem belanja yang menjadikan platform digital sebagai titik awal transaksi, bahkan ketika konsumen datang langsung ke toko.
Jika dulu toko fisik identik dengan rak-rak penuh produk, hari ini perannya jauh lebih beragam. Beberapa pelaku usaha memanfaatkan toko fisik sebagai lokasi di mana konsumen dapat memastikan pilihan mereka setelah berinteraksi secara digital serta menggunakan toko fisik sebagai ruang konfirmasi sebelum menyelesaikan transaksi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan cara pandang: offline tidak lagi berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari satu sistem yang lebih besar.
Ketika Offline dan Online Tidak Dipisahkan
Sebelum istilah omnichannel dan hybrid commerce ramai digunakan, sejumlah bisnis lokal di Indonesia sebenarnya sudah menjalankan pendekatan ini secara intuitif. Mereka tidak memandang online dan offline sebagai dua kanal yang saling bersaing, melainkan sebagai satu alur yang saling melengkapi.
JakartaNotebook (Jaknot), yang berdiri sejak 1999, menjadi salah satu contoh menarik dari pendekatan tersebut. Di saat e-commerce belum berkembang seperti sekarang, Jaknot membangun sistem belanja yang menjadikan platform digital sebagai titik awal transaksi, bahkan ketika konsumen datang langsung ke toko.
Lihat Juga :