Danantara Kantongi Investasi Rp23,7 Triliun Bangun Pabrik Panel Surya

Jum'at, 06 Maret 2026 - 20:17 WIB
Saat ini, pemerintah tengah memprioritaskan pengembangan tahap awal sebesar 13 GW dari total usulan pembangunan 100 GW. Sebagai langkah awal, Danantara telah mengembangkan satu prototipe PLTS berkapasitas 1 megawatt di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Model percontohan ini akan segera ditinjau oleh tim gabungan dari Kementerian ESDM serta kementerian terkait sebelum diimplementasikan secara massal ke wilayah lain.

Presiden Prabowo secara khusus meminta agar percepatan infrastruktur energi hijau ini memanfaatkan berbagai skema pendanaan yang fleksibel. Danantara ditugaskan untuk menyusun struktur kerja sama yang optimal, baik melalui pendanaan internal pemerintah maupun kolaborasi dengan pihak swasta yang memiliki keunggulan teknologi di bidang sel surya dan sistem penyimpanan baterai.

Baca Juga: Menko Airlangga Bela MBG usai Masuk Catatan Fitch: Program Investasi Jangka Panjang

Langkah ini juga sejalan dengan peta jalan hilirisasi industri di sektor energi baru terbarukan. Dengan adanya pabrik manufaktur berskala besar, biaya pembangunan PLTS di tingkat desa diharapkan menjadi lebih efisien. Selain menjamin ketersediaan listrik di daerah terpencil, program ini diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja baru di sektor teknologi ramah lingkungan.

Pemerintah optimistis bahwa integrasi antara pendanaan kuat dari Danantara dan ketersediaan teknologi manufaktur lokal akan menjadi kunci keberhasilan transisi energi. Melalui sinergi lintas sektor, Indonesia menargetkan percepatan distribusi listrik berbasis surya dapat menjangkau seluruh pelosok negeri guna menjaga stabilitas pasokan energi jangka panjang.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!