Krisis Selat Hormuz, Impor Minyak Rusia ke India Melonjak 50% Tembus 1,5 Juta Barel per Hari

Jum'at, 13 Maret 2026 - 07:53 WIB
Lonjakan pembelian tersebut dimungkinkan setelah Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) di bawah Departemen Keuangan Amerika Serikat pada 5 Maret mengeluarkan izin khusus (waiver) selama 30 hari. Kebijakan itu memungkinkan kilang India membeli minyak Rusia yang sudah dimuat di kapal.

Bessent menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah jangka pendek yang disengaja. Ia mengatakan langkah itu “tidak akan memberikan keuntungan finansial yang signifikan bagi pemerintah Rusia karena hanya mengizinkan transaksi yang melibatkan minyak yang sudah terjebak di laut”.

Keputusan tersebut juga menandai perubahan kebijakan yang cukup tajam. Sebelumnya, Washington selama berbulan-bulan menekan India untuk mengurangi impor minyak Rusia setelah sanksi dijatuhkan kepada Rosneft dan Lukoil pada akhir tahun lalu.

Pada Januari, impor minyak Rusia oleh India sempat turun ke level terendah sejak akhir 2022, dengan pangsa Rusia hanya sekitar 19% dari total impor minyak India. Reuters pada Februari juga melaporkan bahwa kilang India sempat menghindari pembelian minyak Rusia guna membantu kelancaran negosiasi perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat.

Situasi berubah drastis pada 28 Februari ketika serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu aksi balasan yang berujung pada penutupan efektif Selat Hormuz. Garda Revolusi Iran pada 2 Maret menyatakan jalur pelayaran tersebut ditutup dan mengancam akan menembaki kapal yang mencoba melintas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!